JAKARTA AT NIGHT : AMATEUR NIGHT SHOOT

Bagi sebagian orang, termasuk saya, gemerlap lampu kota Jakarta di malam hari menjadi pemandangan yang manarik hati. Sangat disayangkan kalau pemandangan ini hanya dinikmati sekejap mata. Adalah lebih berarti jika hal tersebut bisa diabadikan dalam sebuat karya fotografi.

Tadi malam, sekitar pukul 9 malam ditemani angin sepoi sepoi saya berkesempatan untuk mencoba memotret jakarta dari lantai 7 kantor di bilangan kuningan jakarta. Langit Jakarta lumayan cerah setelah diguyur hujan sebentar pada sore hari. Sayangnya tidak banyak gedung yang bercahaya karena hari libur. Dengan kamera sederhana Canon EOS 450 D dan lensa zoom standard 18-55 EF-S, "plus" tripod punya kantor, saya naik ke atas atap kantor.

Dalam fotografi malam, tripod merupakan salah satu tool paling pengting, pasalnya untuk mendapatkan exposure yang tepat biasanya dibutuhkan shuter speed yang cukup panjang dalam orde detik. Bahkan bisa sampai 30 detik atau kadang bulb. Bisa dibayangkan kalau harus memegang kamera tanpa bergerak selama itu.

Setelah mencoba jeprat-jepret beberpa kali, saya baru memahami pentingnya memilih tripod yang berkualitas. Kencangnya angin di ketinggian sekitar 30 meter diatas tanah pada malam hari sangat terasa. Angin ini dapat menggoyangkan tripod yang terlalu ringan seperti tripod pinjaman yang saya gunakan. Dan ini sangat tidak bisa di tolelir pada saat dituntut untuk bekerja pada shuter speed yang teramat lambat karena 'goyangan' sekecil apapun dapat membuat hasil jepretan tidak fokus alias blur.

Pertama kali mencoba saya menggunkan setingan ISO 100 untuk menekan noise serendah mungkin, dan aperture 8 atau 9. Dengan konfigurasi seperti ini pada kondisi cahaya yang minim untuk mempertahankan exposure yang tepat dibutuhkan shuter speed yang teramat lambat hingga 30 detik. Akhirnya setelah bosan menunggu tiap jepretan karena shuter speed yang teramat lambat, saya naikan ISO ke 400 dengan mempertahankan aperture. Konfigurasi seperti ini bisa mempercapat shuter speed sampai hanya 6-15 detik.

Dan... inilah hasilnya, setelah sedikit prosesing dengan adobe photoshop untuk meningkatkan ketajaman dan tones foto :)

Landscape:















Portrait:










Tebak-tebakan tak berhadiah:

Kalau melihat foto-foto di atas, dimanakah tepatnya posisi saya pada saat itu? :)

Balada Kodok Budug

" Masukan kodoknya ke dalam masjid, masukan kodoknya ke dalam masjid !" teriak seorang anak bawang dengan peci miringnya seraya menggapai-gapai tubuh lunak seekor kodok. Teman-temannya ikut sibuk mengejar. Ramai.

Tapi sang kodok terus meloncat, menjauhi tangan-tangan jahil bocah-bocah ingusan, yang kadang masih sulit membedakan antara tangan kiri dan tangan kanan.

Kodok itu pun menjauh, anak-anak bawang hanya bisa mengeluh perlahan, "yaaaaa ...".

Malam itu, para jamaah shalat isya masjid al-ikhlas terbebas dari gangguan kulit kodok yang budug.

Anak-anak bawang tertawa. Menertawakan kekalahan mereka atas si kodok budug. Tapi tawanya tak lama, karena setelah itu, seorang pemuda paruh baya menyuruh mereka masuk ke dalam masjid. Rupanya shalat telah usai.

Anak-anak itu baru selesai mengaji. Sejatinya mereka ikut shalat isya berjamaah, lalu pulang. Tapi malam itu, mereka terpaksa lebih lama berdiam di masjid. Guru ngajinya menghukum mereka karena konspirasi "Kodok Budug". Rupanya si guru ngaji tidak khusyu dalam shalat, masih sempat mendengar teriakan para anak bawang. Tapi anak-anak itu tidak mengerti kalau kodok dilarang masuk masjid.

Akhirnya mereka dapat tambahan sekitar dua puluh menitan merenung di dalam masjid yang gelap karena guru ngajinya mematikan semua lampu. Mereka disuruh merenungkan kesalahan yang telah diperbuat. Tapi para anak bawang tidak mengerti kesalahannya. Namun mereka sedikit mengerti kenapa sang kodok tidak boleh masuk masjid. Karena kulitnya budug.

Anak bawang dengan peci miring seolah serius merenung. Tapi yang direnunginya hanya satu, "kemana sang kodok pergi?".

Berpuluh-puluh tahun kemudian, dalam perenungan, sang anak menuliskan pengalamannya di sebuah blog.

Pengalaman Pertama Hunting Dadakan Foto Kampanye

Minggu, 29 Maret 2009.

Jam satu siang. Bosen duduk diam di rumah saat liburan. Akhirnya memutuskan jalan jalan ke kota Bandung. Tujuan awalnya hendak ke Bandung Electronic Center(BEC) tapi apa daya di Gasibu, tercegat kampanye akbar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena tak bisa ke mana-mana, akhirnya saya keluarkan kamera dari tas ransel yang kebetulan saya bawa. Dan jeprat-jepret seadanya sambil nunggu jalanan agak lenggang.

Kampanye ini sejatinya sudah di mulai sejak pukul sepuluh pagi, tapi mungkin karena lapangan Gasibu masih tumpah ruah oleh pasar dadakan minggu pagi, acara akhirnya molor sampai jam setengah dua siang. Kampanye dibuka dengan pembacaan al-quran, kemudian disusul dengan pembacaan doa, lalu orasi, dan seterusnya (entah apa lagi), karena saya hanya sebentar di lapangan, sebatas baterai kamera saya masih menyala. Tiba-tiba di tengah asiknya jeprat-jepret, karena tidak ada persiapan hunting dadakan dan lupa belum mencharge baterai, baterai kamera habis tak tersisa, bahkan untuk preview sekalipun :p

Awalnya cuaca panas terik, tapi terus mendung dan hujan. Karena masih amatir setingan manual kamera lupa disesuaikan mengikuti perubahan cuaca, akhirnya banyak foto yang ngeblur karena shuter speednya yang rendah harus dipaksakan mengikuti alur kampanye yanga dinamis :p.

Kampanye merupakan moment unik tempat berkumpulnya ratusan bahkan ribuan manusia dengan ekspresi dan tingkah yang atraktif. Mencari dan mengejar moment adalah salah satu yang menarik dalam foto kampanye.










Hingar Bingar Kampanye





Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan di arak menggukan kuda





Atraksi Flying Fox kader PKS


Ternyata hunting foto kampanye itu susah juga. Padat massa. Susah nyari angle yang bagus karena berdesakan. Masih mending yang mengantongi kartu press bisa masuk ke area panggung, jadi bisa dengan leluasa jeprat-jepret. Di tambah cuaca yang tidak menentu.Panas terik. Tiba-tiba mendung kemudian hujan rintik rintik. shuter speed terlalu lambat. Ketinggalan moment. Argh.... tapi lumayan buat belajar dan nambah pengalaman.

Makro Murah Meriah tapi Susah

Mengambil gambar makro dengan lensa makro sudah biasa. Tetapi mengambil gambar makro dengan lensa bukan makro itu tidak biasa. Hanya biasa bagi orang yang tak terbeli lensa makro ..... seperti saya :p.

Membuat lensa bukan makro menjadi lensa "semi" makro cukup mudah dan murah meriah tinggal pake reverse ring atau extension tube. Harganya sekitar 50 ribuan buat reverse ring dan sekitar seratus ribuan buat extension tube. Akan tetapi jangan harap cara mengunakannya semudah kita membelinya. Kita kudu maju mundur buat ngatur fokusnya. Soalnya kalo pake alat ini , kamera kita jadi full manual focus (MF).

Setelah memesan extension tube dari sini, dan "dipetieskan" cukup lama. Akhirnya punya kesempatan dan kemauan juga buat nyoba-nyoba foto makro pake extension tube tersebut. Males nyari foto serangga dan bulir-bulir air yang bening, serta matahari yang tak kunjung bersinar cerah. Akhirnya foto seadanya, yang ada disekitar kita. Meskipun demikian fokusnya masih belum kena juga (arggggh... susah).

tools: Canon EOS 450D+ekstension tube(use ring 3 only)+lensa Canon 50 mm f/1.8 II
object: helai-helai bunga yang akan layu (merana sekali nasibmu wahai bunga)







tools: Canon EOS 450D+ekstension tube(use ring 3 only)+lensa zoom Canon EF-S 18-55 mm f/3.5-5.6
object: Kapsul minyak Habbatussauda




Dari hasil jeprat-jepret seadanya saya punya kesimpulan bahwa menggunakan ekstension tube plus lensa zoom Canon EF-S 18-55 mm f/3.5-5.6 jauh lebih mudah untuk memfokuskan objeknya dibandingkan dengan menggunkan lensa Canon 50 mm f/1.8 II.Tapi kalo untuk mengejar "bokeh" nya Canon 50 mm f/1.8 II tetap lebih baik. []

Membedah Fenomena Pocong Keliling (POLING)


Pada tulisan sebelumnya saya telah berbagi cerita tentang tidak adanya alasan untuk takut kepada syetan atau jin fasik. Pada tulisan kali ini saya ingin sedikit sharing mengenai tipu daya syetan atau jin fasik terhadap masyarakat kita yang cenderung klenik.

Beberapa minggu yang lalu ketika saya pulang ke Bandung, masyarakat disekitar tempat tinggal saya dihebohkan dengan isu POLING atau pocong keliling. Katanya, ada pocong yang pada Setiap malam selalu berkeliling menampakkan diri dari satu rumah ke rumah warga lainnya. Cerita ini, yang disinyalir berasal dari daerah Majalaya, dengan cepat menyebar kemana-mana bahakan sampai ke kota Sumedang, hal ini menunjukkan tingkat ketertarikan masyarakat kita terhadap sesuatu yang berbau mistik. Akan tetapi sayang, tingkat ketertarikan ini tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik pada masalaah tersebut yang ujung-ujungnya menimbulkan keresahan dan puncaknya merebaknya kemusyrikan dimasyarakat kita.

Syetan atau jin fasiq memiliki banyak tipu daya untuk menyesatkan manusia. Dari mulai, secara terang terangan mengajak manusia untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada selain Allah, menyamarkan diri sebagai orang-orang yang telah meninggal kemudian melalui lisan orang yang diserupakan tadi ia berwasiat kepada kesesatan, sampai dengan menimbulkan rasa takut pada jiwa manusia dengan penyerupaan diri dengan hal-hal yang mengerikan, seperti pocong, kuntilanak, dan kawan-kawan.

Kita mungkin sering mendengar orang-orang yang mengaku bertemu dengan orang yang telah meninggal, entah itu karib kerabatnya, atau tokoh-tokoh yang dikagumi, dan kadang membenarkan perkataan orang yang telah meninggal tersebut. Atau mungkin kita pernah mendengar dan menyaksikan ada "penampakan" yang mengaku-ngaku sebagai oang yang telah meninggal. Atau mungkin kita pernah disuguhi oleh televisi caa-cara aneh untuk mengusir hantu, jurig, dan sejenisnya. Sebagai orang awam yang tidak tahu akan hakikat masalah ini mungkin kita dengan legowo mengikuti cara-cara yang entah dari mana asal usulnya.

Permasalahan seperti ini sepertinya menjadi hal paling utama yang mendorong manusia (terutama manusia Indonesia) ke jurang kemusyrikan, yang membuat pelakunya mendapat azab yang pedih dan tidak mendapat ampunan dari Allah swt,

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. "(Qs.An Nisaa'(4):48)

oleh karena itu mari kita bedah masalah ini dari sudut pandang agama kita, Islam...

1. Apakah Jin itu ?

Jin menurut bahasa berarti: sesuatu yang tersembunyi dan halus. Sedangkan setan ialah: setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan. Dia dinamakan jin disebabkan tersembunyi-nya dari mata (pandangan). Jin diciptakan dari api yang sangat panas (Al Hijr: 28).

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Setan menampakkan dirinya ketika aku shalat, atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air liurnya di tanganku, jika tidak disebabkan doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia".(HR. Al Bukhari).

2. Mungkinkah orang yang Sudah mati hidup kembali dan menakut-nakuti manusia?

Manusia yang sudah mati tidak mungkin hidup kembali,

"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim." Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. (Qs.Al Mu'minuun(23):107-108)

Kalaupun manusia yang sudah mati di izinkan oleh Allah untuk hidup kembali ke dunia, tentu saja mereka tidak akan membuang-buang waktu untuk mengganggu manusia yang lainnya tetapi akan beribadah dengan sungguh-ungguh kepada Allah. Tetapi Allah swt tidak mengizinkan mereka yang telah mati untuk hidup kembali.

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu :

"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (Qs.Faathir(35):37)

Dalam suatu hadits di sebutkan ttg sahabat yang mati syahid bahwa seandainya ia bisa hidup lagi ke dunia ini, niscaya ia akan memberi tahukan ttg nikmatnya mati syahid kepada orang-orang yang masih hidup, tapi kenyataannya ia tidak bisa lagi kembali ke dunia. Jadi seandainya ada "sesosok" ghaib yang mengaku-ngaku sebagai orang yang telah meninggal, maka bisa dipastikan itu adalah syetan/jin fasik.

3. Bagaimana mereka mengatahui ttg sesuatu yang di ketahui sebelumnya ttg orang yang telah mati tersebut, seperti ciri-cirinya, pribadinya, rahasianya dan lain sebagainya?


Ketahuilah bahwa Setiap manusia disertai setan yang selalu menggodanya. Allah berfirman, artinya:

"Yang menyertai dia (qarin) berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tapi dialah (manusia) yang berada dalam kesesatan yang jauh". (Qaf: 27).

Manusia dan qarin- nya akan bersama di hari hisab. Aisyah bercerita:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dari rumah di malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata:
"Apakah kamu telah didatangi setanmu?"
"Apakah setan bersamaku?"
"Ya, bahkan setiap manusia"
"Termasuk engkau juga?"
"Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya". (HR.Ahmad)

Setan makan bersama manusia yang tak berdoa ketika mau makan. Setan makan dengan tangan kiri, sendirian dan dengan jarinya. Rasulullah ` melarang makan dengan tangan kiri. Beliau menyuruh kita makan bersama-sama, mencuci tangan dan mulut sebelum dan sesudah makan.

"Setan adalah pencari rahasia dan suka menjilati sisa makanan maka jauhilah. Siapa yang tidur sedang di tangannya masih tersisa bau makanan lalu tertimpa penyakit, maka jangan ada yang disalahkan kecuali dirinya sendiri" .(HR. At-Turmudzi).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita mematikan lampu, menutup pintu, jendela, tempat-tempat penyimpanan air dan makanan dengan rapat sebelum tidur. Jika manusia tidur dan membaca doa sebelumnya, setan menjauhinya. Allah menjaga orang yang sebelum tidur membaca doa. Jika manusia tidur tanpa berdoa, setan mengikat kepalanya dengan tiga ikatan, jika ia bangun dan mengingat Allah, terlepaslah satu ikatan, jika ia berwudhu terlepas lagi satu ikatan lainnya dan jika ia shalat terlepaslah ikatan yang terakhir.

Allah akan menghisab (memperhitungkan amal) bangsa jin pada hari kiamat.Jin yang baik (shalih) masuk Surga. Allah berfirman, artinya:

"(Bidadari-bidadari) yang tidak pernah disentuh oleh manusia dan tidak pula oleh jin". (Ar-Rahman: 56).

Golongan jin menikahi bidadari-bidadari dari bangsa jin. Golongan jin yang ahli maksiat masuk Neraka. Allah berfirman, artinya:

"Dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia". (Fushshilat: 25).

Jin/Syetan Qarin inilah biasanya yang mengaku-ngaku sebagai manusia yang telah meninggal dunia dan mengetahui rahasia-rahasia orang tersebut, karena jin/syetan ini selalu menyertai orang tersebut selama hidupnya.

4. Lalu bagaimana dengan tampilan "sosok" yang bisa menyerupai orang yang sudah meninggal?

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepada syetan dan jin untuk dapat merubah bentuknya menjadi apa saja.Setan pernah menampakkan diri dalam wujud orang tua kepada kaum Quraisy sebanyak dua kali. Pertama; ketika suku Quraisy berkonspirasi untuk membunuh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Makkah. Kedua; pada perang Badr (tahun 2 Hijriah), lihat Surat Al Anfal: 48.Jin beranak pinak dan berkembang biak (lihat surat Al Kahfi: 50)

5. Dimanakah biasanya tempat-tempat jin disekitar kita?


Jin mendiami bumi sebelum adanya manusia dan kemudian tinggal bersama manusia. Tinggal di rumah bersama manusia, tidur di ranjang yang tidak ditiduri. Tempat yang paling disenangi adalah WC. Sebab, WC tempat manusia membuka aurat.

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari Surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya".(Al 'Araf: 27).

Ketika kita masuk ke dalam WC, agar aurat kita terhalang dari pandangan jin, hendaknya kita membaca doa berikut:

( Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari (gangguan) setan laki-laki dan setan perempuan). (HR. At-Turmudzi).

Setan suka berdiam di kubur dan tempat sampah. Oleh karena itu kuburan menjadi tempat meditasi bagi tukang sihir. Nabi ` melarang kita tidur menyerupai setan. Setan tidur di atas perutnya (tengkurap) dan telanjang. Tidur telanjang menarik setan untuk mempermainkan aurat manusia dan menyebabkan penyakit.

6. Bagaimanakan Cara Menghindari/melawan gangguan jin/syetan?

Suatu ketika saeroang salafusalih bertanya kepada sahabatnya, bagaimanakah cara menghindari/melawan gangguan syetan?

Maka di jawab olehnya bagaimanakah jika seandainya engkau diganggu oleh seekor anjing yang buas? tentu saja engkau akan meminta perlindungan kepada si pemilik anjing itu!

Begitu juga halnya dengan jin dan syetan, untuk menghindari gangguannya, tidak ada cara lain kecuali meminta perlindungan kepada si pemilik syetan/Jin yaitu Allah swt

"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku". (Al Mu'minun: 97-98).

7. Bagaimana hukum orang yang meminta bantuan kepada jin untuk sesuatu hal, baik itu sesuatu yang buruk ataupun yang baik (seperti yang dilakukan para "tidak" normal), dan meminta perlindungan ke pada jin(seperti yang dilakukan oleh orang-orang pesisir pantai yang memberikan sesaji kepada "penjaga" laut untuk meminta perlindungan)?

cukuplah bagi kita firman Allah berikut ini:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan* kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Qs.Al Jin(72):6)

* Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap kuasa di tempat itu.


Kesimpulan :

Yang namanya hantu, ghost, jurig, arwah gentayangan, pada hakikatnya semua itu adalah perbuatan jin fasiq dan jin kafir dalam upaya untuk menyesatkan manusia. Tidaklah mungkin manusia yang telah meninggal / rohnya kembali ke dunia untuk menakut-nakuti manusia lainnya,masuk kedalam jailangkung, membalas dendam terhadap orang lain (seperti yang di film-film), dan lain sebagainya, adapaun kalau Allah mengizinkan manusia yang telah meninggal itu untuk kembali ke dunia, tentu saja ia tak akan membuang-buang waktunya untuk hal-hal yang tak berguna tetapi ia akan mengisi setiap detiknya untuk beribadah dan mengerjakan amal salih, adapun kalau "yang mengaku roh gentayangan" tersebut mengetahui pribadi/rahasia-rahasia orang yang sudah meninggal .. ketahuilah bahwa ia adalah jin qarin yang senantiasa menyertai manusia tersebut sampai meninggalnya. Setelah kita mengetahui hakikat ini, mungkin kita hanya akan tersenyum melihat film-film hantu yang menjamur layar kaca atau bioskop-bioskop kita dan menertawakan kebodohan orang-orang yang membuat film tersebut.

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, 40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (Qs.Al Hijr(15):39-40)


Bocah Pengamen di Kopaja P20

Selasa, 18 Maret 2009, menjelang tengah malam.

Malam itu jam menunjukan sekitar pukul 10 malam. Dari mampang saya mencegat Kopaja P20 ke arah Senen. Karena malam hari, hanya sedikit orang yang berada di dalam bis. Ketika saya masuk ke dalam, sudah ada seorang pengamen yang tengah mendendangkan sebuah lagu. Usianya mungkin sekitar sebelasan tahun.

Dengan menggunakan kaos oblong seadanya ditemani kecrekan pasir buatan tangan, dia membawakan lagu sejenis qasidahan. Yang menarik, si bocah pengamen ini membawakan lagu dengan hidmat dan penghayatan yang amat dalam bak konser tunggal Ariel Peterpan. Pelafalan bait demi bait syair lagu di fasihkan sedmikian rupa. Mulutnya bergerak "optimal" sesuai dengan pelafalan huruf bak seorang penyani seriosa. Ketika mengucapkan huruf vokal "A" maka mulut terbuka sebesar-besarnya, ketika melafalkan huruf "E" mulut di tarik selebar lebarnya, dan ketika melafalkan vokal "U" mulut di dorong se monyong-monyongnya. Sesuatu yang mengingatkan saya akan pelajaran seni musik di SMA dulu atau ketika belajar tahsin (memperbaiki bacaan al quran) dimana harus melafalkan mahkrojul huruf dengan jelas dan tepat. Hal yang agak aneh untuk anak seusianya dan sempat membuat saya berfikir kalau si bocah cacat mental. Dia bernyanyi cukup panjang, selesai lagu qasidah disambung lagu pop lainnya.

Setelah bernyanyi dia berdoa, mendoakan keselamat penumpang. Serius. Khusyu. Kemudian, seperti pengamen pada umumnya, ia meminta saweran kepada penumpang. Beberapa memberi. Sebagian besar acuh. Setiap ada orang yang memberi uang, bocah pengamen itu mengucapkan terimakasih dengan setulus hati. Ia berjalan dari depan sampai ujung belakang.

Umumnya, setelah mendapatkan uang, si pengamen langsung turun lewat pintu belakang. Tetapi tidak bagi bocah pengamen ini. Tanpa disangka-sangka, dan ini yang membuat saya takjub, ia kembali berjalan ke depan. Sambil berjalan ia hampiri satu-satu orang-orang yang telah memberinya uang tadi, kemudian berterimakasih secara personal. Setelah mengucapkan terimakasih untuk yang kedua kalinya baru ia turun dari bis.

Sungguh pemandangan yang jarang terjadi.


Belajar Dari Mesir


Mungkin bagi yang pernah membaca novel atau menonton film romantisme Ayat-Ayat Cinta akan tahu sedikit tentang gambaran hidup di Mesir, karena penulisnya yang pernah mengenyam kuliah dinegeri Piramida ini, 100% mengambil setting novel di negeri ini. Akan tetapi, ternyata, realita kehidupan di negeri tersebut lebih menakjubkan lagi, terutama semangat untuk memegang teguh ajaran agama Islam, setidaknya inilah yang digambarkan dalam beberapa artikel bersambung tentang keunikan Mesir di website www.eramuslim.com. Berikut adalah cuplikan-cuplikan kisah pengalaman beberapa mahasiswa yang pernah mengenyam kuliah di negeri tersebut:

“Ada sebuah fenomena menarik yang penulis lihat selama menimba ilmu di negeri Kinanah, Mesir. Anak-anak di negeri ini yang telah berusia 7 sampai 10 tahun rata-rata sudah hafal Al-Quran 30 Juz. “

“Di sekolah-sekolah Al-Azhar, anak-anak tamatan SD diwajibkan menghafal 17 juz. Kemudian ditingkat SMP, SMA sampai perguruan tinggi, mereka harus hafal Al-Quran. Masa-masa kecil inilah mereka dididik untuk menghafal Al-Quran. Karena pada masa itu otak mereka masih bersih, ibarat mengukir di atas batu. Sulit, namun sekali tergores susah hilangnya. “

“Hari itu seorang Mahasiswa Indonesia di Mesir pergi ke PUSKIN (Pusat Kebudayaan Indonesia). Karena dikejar waktu ia terpaksa naik taksi. Ketika dalam perjalanan, azan shalat Ashar berkumandang dari menara-menara masjid Kairo. Tanpa diduga, Sopir taksi itu minta izin berhenti sebentar untuk ikut shalat jamaah di Masjid. Tetapi karena merasa terburu-buru, pelajar Indonesia itu menolak untuk berhenti.

Sopir taksi yang tergolong masih muda dan bercelana Levis itu kelihatan kesal sekali. Disetelanya keras-keras suara azan di radio taksinya. Tidak hanya itu, ia mengebut-ngebutkan taksinya dengan kecepatan yang tinggi, membuat Mahasiswa itu sedikit takut. Namun ia merasa tenang setelah mendengar ucapan unik dari mulut Sopir taksi itu. Ia berkata, “Kalau bukan shalat Ashar dan Subuh sih tidak apa-apa?” katanya.

Sepertinya ia memang terbiasa shalat jamaah di masjid. Terutama shalat Ashar dan Subuh. Setelah mengatakan itu, ia mengangkat suaranya dengan hanya satu kalimat kemudian diam. Anda tahu apa bunyi kalimat itu? Kalimat itu adalah sebaris syair lagu milik Syaikh Musyari Rasyid yang berbunyi. “Inna Shalâtî mâ ukhallîhâ.” (Sungguh shalatku takkan pernah aku tingalkan).”

“Hari ketiga, Mahasiswa yang tadi juga, bersama seorang temannya hendak pergi menemuai Dr. Ragib as-Sirjâni di Pusat Studi Pradaban, di Kairo. Supaya cepat sampai tujuan, Mahasiswa itu naik taksi. Di tengah perjalanan, sopir taksi itu mengeluhkan kesibukan dan kesulitan hidup yang ia hadapi kepada kedua mahasiswa tersebut. Ia bercerita bahwa ia sangat sibuk sehingga tidak punya kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Setiap hari ia harus pergi pagi pulang malam untuk mencari nafkah bagi anak dan istri. Sehingga ia terpaksa mengulang hafalan Al-Qurannya di dalam Taksi tua yang ia kemudi. Ternyata sopir itu telah menghafal Al-Quran 30 Juz. Semenjak pagi itu, ia telah mengulang sebanyak 11 Juz di dalam taksinya. Ia bertanya kepada kedua mahasiswa penumpangnya, “Adakah di antara kalian yang hafal Al-Quran?” “Saya tidak hafal Al-Quran, tetapi ini ada teman saya yang hafal.” Jawab Mahasiswa tadi sambil menunjuk kepada temannya yang memang telah hafal Al-Quran. Sopir taksi itu berkata, “Tolong Anda simak! Saya akan membaca surat Yunus dari awal sampai akhir.” Jadi, selama perjalanan itu, kedua mahasiswa tadi khsuyuk mendengarkan seorang sopir yang mengulang hafalan surat Yunus di dalam taksinya.”


Untuk kisah lebih lengkapnya bisa di download file pdfnya di sini.

Copyright © 2008 - My Lo(v/n)ely Journey - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template