Tukang Ojek Yang Jujur

Hari itu, sabtu, dua minggu yang lalu. Minggu itu jatah saya pulang ke Bandung seperti biasanya.

Sampai di Bandung "coret" matahari sudah agak tinggi. Cuaca siang itu cukup cerah. Setelah turun dari bis Primajasa di gerbang tol Cileunyi saya langsung memanggil ojek untuk ke rumah orang tua. Tukang okjeknya masih muda. Tiba di tujuan saya bayar ojek itu 7000 rupiah, lalu langsung masuk ke rumah, menyimpan tas, dan sedikit beres beres. Berbarengan dengan itu terdengar bunyi klakson motor berulang ulang. Awalnya tak begitu saya hiraukan. Tapi klakson itu tetap berbunyi. Ah mungkin suara klakson motor adik saya yang baru pulang. Kebetulan sabtu itu dia ada acara di fakultasnya FK UNPAD. Tapi kok udah balik lagi?

Akhirnya karena penasaran saya lihat motor siapa. Ternyata itu motorya tukang ojek yang tadi. Setelah saya hampiri, ia berkata sambil menyorongkan uang yang tadi saya berikan, " Uangnya kelebihan A!".

Memang biasanya ongkos ojek dari dekat pintu tol ke rumah hanya 5000 rupiah, tapi saya biasa memberi 7000-8000 rupiah karena biasanya saya sampai dibandung "coret" hampir tengah malam. Tapi baru kali ini ada tukang ojek yang komplain dan mau mengembalikan kelebihan ongkos yang diberikan. Akhirnya saya katakan ke tukang ojek itu untuk mengembil kelebihannya. Setelah mengucapkan terimakasih, ia pun pergi.

Ternyata di Bandung "coret" masih ada orang yang jujur, meskipun ia hanya seorang tukang ojek.

Seandainya setiap orang bisa jujur.

Seandainya...

0 comments:

Copyright © 2008 - My Lo(v/n)ely Journey - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template