Perokok Tak Pernah Tua

"Para perokok itu tak pernah tua !"

Mungkin kita pernah mendengar kata-kata satir tersebut. Atau mungkin kita pernah mendengar ungkapan lain yang serupa dengannya, seperti,

"Para perokok itu senantiasa muda sampai akhir hayat"

Mungkin kedua ungkapan tersebut terasa klise ditelinga kita. Bagaimana mungkin rokok yang konon dapat menimbulkan penyakit malah membuat para penghisapnya senantiasa muda, bahkan tak pernah tua? Akan tetapi pertanyaan tersebut tidak akan pernah terbentik dalam benak kita kalau seandainya Anda sempat mendengar alasannya, yang merupakan kelanjutan dari potongan ungkapan tersebut.

"Para perokok itu senantiasa muda sampai akhir hayat, karena mereka tak penah sampai mengalami masa tua"

"Para perokok itu tak pernah tua, karena mereka MATI MUDA !"

Mungkin kedua ungkapan diatas agak sedikit hiperbolis, pasalnya tak sedikit, bahkan banyak, orang yang sudah tua yang kelihatan merokok. Akan tetapi itu tidak membuktikan bahwa rokok tidak berbahaya bagi tubuh. Bukan berarti mereka yang merokok dan kelihatan sehat-sehat saja tidak mengalami gangguan dalam tubuhnya. Tidak berarti juga seorang perokok yang bisa hidup sampai tua tak mengalami masalah serius dalam kesehatannya.

Tapi yang pasti, orang meninggal bukan karena rokok, tapi karena Takdir :). Well meskipun kematian itu hanya sebuah takdir, tetapi bukan berarti kita harus menutup mata akan dampak negatif sebatang rokok terhadap tubuh kita. Meskipun tak dapat dipungkiri kalau selain menimbulkan dampak negatif, rokok juga memiliki sisi positif terutama bagi produsen rokok itu sendiri atau seperti yang diungkapkan oleh Ilham Saibi di dalam blognya, tetapi disini saya hanya ingin berbagi "sedikit" tentang bahaya sebatang rokok yang oleh penyair Taufik Ismail disebut sebagai "Tuhan 9 cm" ini.

Dibawah ini ada dua poster kampanye anti rokok besutan AntiSmoke.org, sebuah asosiasi Anti Rokok dari Kerajaan Saudi Arabia dengan mengangkat pesan utama, “Jangan Bakar Diri dan Negerimu”.



Dalam dua poster diatas digambarkan bahwa setiap hisapan rokok yang dibuat seolah olah membakar diri, saudara, teman, sahabat dan gedung-gedung yang sudah susah payah dibangun. Bagaimana tidak, seorang perokok tidak hanya membahayakan dirinya sendiri tetapi juga membahayakan kesehatan orang-orang yang disekitarnya yang menjadi perokok pasif. Parahnya lagi kalo mau ngerokok tapi ngga punya duit, kemudian minta rokok ke toko ngga juga di kasih, bisa-bisa dia bakar itu toko (halah berlebihan...). Setidaknya mungkin itulah terjemahan dari poster kampanye tersebut.

Sekarang mari kita lihat lagi poster kampanye lainnya yang sering kita lihat di puskesmas-puskesmas disekitar tempat tinggal kita yang menggambarkan zat-zat yang terkadung dalam sebatang rokok.




Kalau kita perhatikan dengan seksama ke tiga gambar tersebut dan membaca secara perlahan setiap zat yang di kandung dalam sebatang rokok, kita akan dibuat ngeri sendiri. Ngeri karena dari sekian banyak kata-kata tersebut tidak ada satupun yang dipahami :p. Lebih ngeri lagi, "katanya" zat-zat yang terkandung tersebut sangat berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Tapi itu kan baru "katanya" :p

Tapi, meskipun sebejibun zat-zat aneh terpampang dalam poster layanan masyarakat tersebut, bagi para perokok aktif bahaya rokok hanya yang terpampang pada kemasan rokok saja yaitu "merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin." Itupun kalau merokoknya "dapat", tetapi kalo "beli" gak bakalan kena penyakit macem-macem, kecuali kalau lagi apes :p. Makanya saya selalu wanti wanti kepada para perokok baik itu cewe atau cowo. Kepada cewe saya wanti-wanti, "jangan merokok Mbak, nanti impoten!", dan kalau cowo saya wanti wanti,"jangan merokok Mas, kasihan janinnya nanti kena gangguan, atau kalaupun ga kena gangguan kan aneh kalau cowo hamil dan lantas punya janin!" (nah lho?).Kembali lagi kemasalah, itu kan "katanya". Setiap orang punya pedapatnya masing-masing, bahkan seorang perokok sekalipun bebas berpendapat tentang kesehatannya. Tetapi mari kita tinjau bahaya-bahaya lainnya yang ditimbulkan oleh tuhan 9 centi ini (kenapa mesti bahayanya mulu? karena bahayanya lebih banyak dan gampang dicari dari pada manfaatnya :p):

Ancaman Mutasi Genetika


Di dalam asap rokok terdapat tak kurang dari 4.000 molekul, sebagian besar berdampak buruk. Komponen yang paling jelek adalah CO (karbon monoksida) dan nikotin. Nikotin kalau diisap menyebabkan hilang atau berkurangnya rasa kantuk. Bahkan banyak perokok merasakan nikotin mampu meredam nafsu makan.


Hasil penelitian yang pernah dilakukan dr. Joseph Brennan dan koleganya dari Johns Hopkins University, Maryland, terhadap pasien penderita kanker menunjukkan, para perokok cenderung mengalami kerusakan gen p53 yang melindungi tubuh dari kanker. Mereka menduga bahan penyebab kanker dari asap tembakau melekat pada material sel genetik dan kemudian menonaktifkan gen p53.


Dari pengamatan terhadap 129 orang penderita kanker kepala dan leher, diketahui bahwa perokok cenderung mengalami mutasi gen p53 dua kali lebih besar ketimbang bukan perokok. Mutasi tiga kali lebih lazim pada orang yang sehari-hari merokok dan menenggak minuman beralkohol. Mutasi gen p53 terjadi pada 17% dari para penderita kanker yang tidak merokok ataupun tidak minum alkohol, 33% pada mereka yang merokok, dan 58% pada mereka yang mengonsumsi gabungan rokok dan minuman beralkohol. Para ahli yakin, sepertiga dari seluruh kanker ada hubungannya dengan asap rokok.


Menurunkan kualitas sperma


Sebuah penelitian di Canadan tentang resiko merokok, terbukti bahwa merokok dapat merusak sperma- dan mewariskan kerusakan genetik itu dari seorang bapak ke anak lelakinya


Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA (gen cetak biru tubuh) pada sel sperma, catat jurnal penelitian kanker pekan ini, seperti dikutip Reuters. Mutasi seperti itu, diketahui bersifat permanen.

"Jika diwariskan, mutasi ini menampilkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan sperti semula dari komposisi genetik," kata Carole
Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian.

"Kami telah mengetahui bahwa ibu yang merokok dapat mencederai janinnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah dapat secara potensial merusak calon penerusnya, bahkan sebelum bertemu pasangannya."

Yauk dan rekan-rekannya mempelajari sel yang memproduksi sperma di tikus yang dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 pekan.

Seluruh mamalia terus melanjutkan untuk memproduksi sperma. Mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 pekan, dan 1,4 kali mutasi setelah enam pekan.

"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi makin lama anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma," kata Yauk.


Bahaya Asap Rokok terhadap Manusia

Banyak sudah riset yang mengungkapkan bahaya asap rokok terhadap aspek biologis dan kimiawi tubuh manusia. Studi pertama yang dilakukan dilaporkan di jurnal terkemuka Science edisi bulan Oktober 1996. Gen P53 di dalam DNA tubuh manusia berfungsi sebagai penekan tumor (tumor suppressor); jika fungsinya dimatikan, kemungkinan terjadinya tumor akan meningkat. Sudah umum diketahui bahwa asap rokok memiliki benzo[a]pyrene dalam jumlah yang cukup banyak. Molekul ini adalah sejenis karsinogen (agen penyebab kanker) yang berbahaya dan terdapat di dalam jelaga, yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya. Bahaya molekul yang ditemui dalam jelaga ini telah lama diketahui. Banyak anak yang bekerja sebagai pembersih cerobong asap di London sejak Kebakaran Besar 1666 (the Great Fire of 1666) terkena kanker testicular.

Benzo[a]pyrene sendiri sebenarnya tidak menyebabkan kanker. Jaringan di dalam tubuh manusia memetabolisme bahan ini dengan cara menambah oksigen ke salah satu cincin molekulnya, mengubahnya menjadi molekul yang dinamakan epoksi diol (diol epoxide). Kegunaan metabolisme ini adalah untuk membuat benzo[a]pyrene lebih mudah larut di dalam air, sehingga mudah untuk dikeluarkan dari tubuh.

benzo

Sayangnya, strategi untuk mengeluarkan zat yang tak berguna bagi tubuh ini menjadi tidak karuan untuk benzo[a]pyrene, karena molekul yang terbentuk, epoksi diol, tidak dikeluarkan oleh tubuh. Malahan, molekul ini berhasil menemukan cara untuk masuk ke inti sel, kemudian bereaksi dengan sel-sel DNA. Epoksi cepat sekali bereaksi dengan basa-basa Lewis, dan struktur DNA memiliki bagian yang merupakan basa-basa Lewis. Di artikel jurnal Science tersebut, para periset melaporkan bahwa epoksi diol bereaksi dengan DNA di daerah gen P53 yang diketahui mudah bermutasi. Banyak kasus kanker paru-paru yang memiliki mutasi gen di daerah gen P53 ini. Kesimpulan laporan hasil riset itu menyatakan bahwa benzo[a]pyrene dalam asap rokok adalah penyebab langsung mutasi gen yang diketahui berhubungan dengan kanker paru-paru.

Efek Racun

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Batas Aman

Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

Beberapa perokok "tua" yang pernah saya tahu, ada yang paru-parunya penuh asap, ada yang rapuh dan hancur , yang paling mending, ga bisa narik nafas panjang, dan kalau bernafas ga karuan.

Intinya merokok itu ga baik buat kesehatan, yaahh daripada merokok mending refresing ke Ciwidey atau ke Bali (lho?). Stop Smoking and then Stop Global Warming ! (lho lagi?). Mari kita hidup sehat, ga rugi kok, serius :)


yang merasa sesak oleh asap rokok, polusi, dan pemanasan global.

4 comments:

ilham saibi said...

masalah bagi para smoker, bukan betapa "bahaya" nya merokok itu. tapi bagaimana caranya untuk menghentikan kebiasaan ini??

Deni Chan said...

nah, itulah bang masalahnya, gimana ya cara efektifnya :)

si_Bolang said...

jangan lupa, bahwa cukai rokok adalah salah satu sumber APBN terbesar non-migas yang ujung-ujungnya untuk bangsa juga.

Juga, begitu banyak tenaga kerja yang
terserap dari pabrik-pabriknya, jadi kami para "smoker" adalah "tumbal" bagi kesejahtraan rakyat.

semacam simbiosis mutualismelah...kami para perokok menikmati kenikmatan yang mungkin terlihat semu di mata para bukan perokok, namun sangat nikmat....hahaha, apalagi klo sama kopi

Deni Chan said...

Naah itulah masalahanya kawan, kesehatan serasa dipinggirkan karena alasan ekonomi. Karenanya bangsa kita selalu sakit-sakitan dan mengalami kemunduran mental, pasalanya bangsa ini hidup dari penderitaan rakyatnya. Seolah-olah bangsa ini hidup dengan tumbal kesehatan para smoker.

Maka kalau dikatakan rakyat menjadi sejahtera, itu bohong. Bagaimana rakyat menjadi sejahtera kalau ternyata ia dibiayai, dari harta yang tidak berkah. Jadilah bangsa ini seperti sekarang. Ini juga yang menjadi pertanyaan bagi pemerintah negara kita, negara kita ini kaya raya, tapi mengapa negara ini harus hidup dari isapan rokok rakyatnya yang semakin hari tubuhnya semakin kurus kering. Masih banyak sumber pendapatan lainnya yang bisa dikelola.Tapi memang negara ini sudah salah kelola !

Ini bukan simbiosis mutualisme kawan, APBN dimakan para koruptor. Para smoker, sebagai penyumbang APBN terbesar non migas, harus tersenggal senggal nafasnya menikmati penyakit permanen yang ditimbulkan oleh kenikmatan sesaat. Seperti narkoba kawan.

Satu hal yang perlu diingat, Rakyat akan sejahtera kalau ia hidup dari harta yang berkah.

Tidak semua orang merasakan kenikmatan seperti yang kau sebutkan kawan, kau sebut merokok dengan kopi itu nikmat. Perokok "tua" yang pernah kuketahui malah sebaliknya, jangankan menikmati kopi, makanpun harus melalui selang infus. Bagiku kenikmatan itu ketika bisa makan ikan, plus lalapan, plus sambal sambil memandang sawah yang membentang dipagi hari, dan menghirup udara segar pegunungan dengan sepuas puasnya, tanpa harus merasakan susah bernafas akibat rokok.

Satu hal lagi kawan, kenikmatan yang sesungguhnya itu ketika kita hidup sehat, di lingkungan yang sehat, dan kita beraktifitas dengan sehat. Percaya deh, hidup sehat itu tidak rugi, modalnya hanya kemauan, dan tekad yang bulat :)

Copyright © 2008 - My Lo(v/n)ely Journey - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template