Hati-Hati Makan Buah Import

Kemaren, di stasiun bogor, saya membeli buah apel import dengan marking "washington". Apelnya bagus, merah mengkilap, terlihat segar. Tapi hati-hati dibalik keindahan kulit apel yang menggoda tersebut terdapat lapisan lilin yang "saya rasa" tidak baik untuk dikonsumsi. Lilin? ya lilin. Sebagian buah import, atau mungkin sebagian "besar" buah import, biasanya dilapisi oleh parafin untuk menjaga kesegarannya dan menghindari pembusukan yang cepat. Untuk membuktikannya, permukaan kulit apel yang terlihat segar dan mengkilap tersebut saya kerok dengan menggunakan cutter, dan ternyata lapisan lilinnyapun terkelupas (lihat gambar).


Buah apel yang kulitnya merah mengkilap

Setelah dikerok bagian luar kulitnya terlihat lapisan putih parafin


Bisa dibayangkan apa akibatnya kalau lapisan lilin ini termakan oleh kita? Banyak anjuran untuk mencuci terlenih dahulu buah yang akan dimakan. Tapi jika buahnya berlapis parafin(lilin) tentu mencuci saja tidak cukup. Lantas bagaimana? Cara yang termudah, Kupas saja kulitnya! Tapi sebagian besar manfaat buah buahan justru pada kulitnya, bahkan dalam kulit apel terdapat 12 senyawa kimia yang dapat mencegah kanker.Cara yang sedikit merepotkan adalah dengan merendamnya dalam air mendidih. Tunggu selama kurang lebih 5 menit, jika kulit buah memang dilapisi oleh parafin akan muncul busa putih yang merupakan parafin yang dimaksud. Pisahkan buah dari busa putih tersebut, dan tiriskan. Buah siap dimakan. Atau mau cara yang lebih mudah lagi, beli saja buah lokal langsung dari kebunnya :).

Ternyata tidak hanya buah apel saja, dan tidak hanya buah import dari USA dan CHINA saja, yang dilapisi parafin, hampir sebagian besar buah import dilapisi parafin, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, bahkan buah kurma sekalipun. So .. hati - hati mengkonsumsi buah buahan, maksud hati ingin sehat, malah jadi sakit karena parafin. Lihat tampilan buah tersebut, jika tampilannya sangat menarik, mengkilat bagai lilin, patut dicurigai :). []

Intinya Harus Ikhlas

Bongkar bongkar lagi arsip lama, nemu komik yang pernah saya buat pada tahun 2001, pas masa mas indah SMA dulu. Saya baca... inti ceritanya tentang ikhlas. Jadi diingatkan kembali untuk senantiasa IKHLAS.

Menurut saya .... Ikhlas itu kalo sedekah, baik cuma seratus perak ato seratus rebu, malu kalo diliat orang. Ikhlas itu ga perlu malu ngelakuin ibadah sunah karena takut dibilangin sok alim. Ikhlas itu kalo ngebantu orang rasanya seneng meskipun gak dapet apa-apa. Ikhlas itu, gak perlu malu pake baju "jelek" keluar rumah karena takut diejek ato di katain orang. ikhlas itu, kalo ngasih ongkos ke sopir angkot ato kenek kopaja dengan senyum bukan dengan cemberut. Ikhlas itu ngga boleh dendam sama orang lain. Ikhlas itu kalo benci dan cinta hanya karena Allah semata. Ali Radiallahuanhu pernah ngga jadi ngebunuh musuh dalam perang hanya karena sang musuh meludahi beliau. Alasannya simple, sebelum diludahi oleh musuh niat beliau ngebunuh musuh itu karena Allah, tetapi ketika diludahi niatnya ingin ngebunuh musuh karena marah telah meludahinya, makanya beliau gak jadi ngebunuh musuhnya. itu namanya orang yang ngerti arti ikhlas dan dan sangat berhati hati dengan perubahan niat yang menjauhkan dari-Nya sekecil apapun. Itulah Ikhlas.

Saatnya untuk kembali meluruskan niat ... IKHLAS..IKHLAS ..IKHLAS..

















* jadi pengen buat komik lagi :p

Ngambil Gambar dengan Kamera Poket? Why Not !

Memiliki kamera dslr bukan berarti pasti dapat menghasilkan hasil foto yang indah, karena seperti kata pepatah sunda, "Man Behind The Gun" lah yang lebih menentukan hasilnya. Kadang hasil jepretan kamera pocket biasa bisa jauh lebih baik ditinjau dari sisi keindahan dan komposisi dibandingkan dengan hasil jepretan kamera dslr. Hal tersebut bisa terjadi karena fotografi adalah seni atau istilah kerennya "art", dan kalau sudah menyangkut seni maka "feeling" lah yang lebih berperan untuk menciptakan keindahan itu. Permasalahan teknis nomor dua. Orang yang memiliki "Sense of art" bisa menghasilkan karya fotografi yang indah meskipun dengan kamera pocket, sebaliknya orang yang mengetahui teknik teknik fotografi dan kamera dslr pro tanpa di barengi dengan "Sense of art", jadilah hasil karyanya biasa biasa saja, layaknya rata-rata air (no offense :p).

Satu hal yang menarik yang saya amati dan saya alami, orang yang terlebih dahulu menggunakan kamera poket sebelum menggunakan kamera dslr cenderung dapat menghasilkan foto yang lebih "indah" ketimbang orang yang langsung terjun ke kamera dslr. Pasalnya pengguna kamera poket akan lebih fokus kepada bagaimana mendapatkan foto dengan komposisi dan sudut yang baik, karena mereka tidak dipusingkan dengan setingan manual kamera yang merepotkan, tinggal jepret. sedangkan pengguna dslr akan disibukan dengan teknik-teknik fotografi dan pengaturan setingan kamera secara manual, sehingga kadang lupa untuk membuat komposisi yang baik.

Dalam postingan saya tentang lensa bokeh untuk yang boke ada seorang teman yang bertanya tentang cara fotografi yang baik dengan menggunakan kamera biasa. mungkin maksudnya,kamera "pocket" biasa. Dalam hal ini, sebagai orang awam yang juga baru belajar dan terus belajar, sebenarnya saya tidak memiliki kredibilitas untuk memaparkan teknik yang "benar" dalam fotografi. Namun demikian sebagai orang yang pernah, dan terkadang masih, menggunakan kamera poket saya bisa sedikit membagikan pengalaman untuk mengambil foto yang indah (menurut saya :p) dengan kamera pocket.

Kamera poket itu ada yang beberapa setingannya bisa diatur secara manual seperti ISO, shuter speed, dan aperture, ada juga yang sama sekali otomatis alias tidak dapat diatur sama sekali, artinya si pemakai tinggal jepret, kameranya menyesuaikan sendiri aperture, shuter speed, dan isonya untuk mendapatkan eksposure yang tepat. Disini saya tak akan membahas tentang apa itu exposure, aperture, iso, shuter speed dan lain sebagainya serta bagaimana cara penyetingan yang benar. Untuk masalah tersebut bisa merujuk ke sini, cukup lengkap dan komperhensif :). Sebagai mantan pengguna kamera poket yg serba otomatis :p saya hanya akan berbagi pengalaman mengenai bagaimana cara mengambil foto dengan komposisi, lighting, dan angle yang "tepat" sehingga menghasilkan foto yang "indah". Kenapa hanya tiga itu saja? seperti dalam postingan sebelumnya tentang still life fotografi, saya katakan bahwa tiga hal inilah yang membuat suatu karya still life fotografi menjadi indah, sedangkan still life fotografi, mengutip pakar still life, Sony Sandjaya, merupakan basic dari fotografi pada umumnya.

1. Komposisi

Cara mudah menjelaskan komposisi adalah seperti resep masakan. Suatu masakan akan terasa lezat jika komposisi bumbu dan bahannya tepat. Jika komposisi dalam resep masakan berkaitan dengan rasa maka dalam fotografi komposisi adalah masalah visual, tentang bagaimana sang fotografer meramu objek yang ada lewat fiew vinder sehingga enak untuk dilihat. Untuk mudahnya bandingkan kedua foto di bawah ini, mana yang lebih baik komposisinya?



2. Ligthing (Pencahayaan)

Berbicara tentang lighting adalah berbicara mengenai cahaya yang mengenai objek, seberapa kuat, sumber cahayanya apa, dan dari mana arah datangnya. Lighting yang tepat akan membuat objek lebih berdimensi. Sebagai contoh bandingkan kedua foto di bawah ini, mana yang lebih asik lightingnya?



3. Angle (Sudut pengambilan gambar)

Sudut pengambilan gambar yang unik atau tidak biasa bisa menghasilkan karya fotografi yang luar biasa. Objek yang biasa jika diambil dari sudut yang tidak biasa akan terlihat lebih indah dari aslinya. bandingkan kedua foto di bawah ini, mana yang lebih "ciamik" anglenya :) ?




Itulah beberapa teknik dasar mengambil gambar yang selama ini saya gunakan ketika memakai kamera poket biasa. Dan yang perlu diingat, keindahan yang saya gambarkan di sini adalah keindahan menurut versi saya :p, karena yang menurut saya indah belum tentu indah bagi orang lain, dan yang orang lain sebut indah belum tentu indah bagi saya.

Mungkin ada yang bisa menambahkan teknik yang lainnya?





nb: foto yang sebelah kiri saya ambil dengan kamera dslr canon 450d lensa 50mm/1.8 II dua hari yang lalu sedangkan yang sebelah kanan diambil dengan kamera poket Kodak EasyShare c643 setahun yang lalu. Terbukti kamera poket bisa menghasilkan gambar yang lebih baik :))



LENSA BOKEH BUAT YANG BOKE : UNTUK CANONIAN

Sebagi penikmat fotografi, dulu saya sering kagum dengan foto foto yang bisa mengisolasi objek dari backgroundnya. Objek fokus, sedangkan backgroundnya nge-blur (orang jipun nyebutnya : bokeh). How it can do. Sekarang, setelah sedikit mencemplungkan kaki ke ranah per-fotografian saya baru tahu kalau untuk menghasilkan karya fotografi seperti itu harus menggunakan aperture atau bukaan rana yang besar. Masalahnya, biasanya semakin besar bukaan rananya semakin tinggi pula harga lensanya. Akhirnya setelah keliling keliling di websitenya JPC, ternyata ada lensa dengan bukaan besar, EF-S 50mmf/1.8 II, dengan harga dibawah satu juta.

image: JPCKEmang.com

Mungkin ini adalah lensa paling murah dikelasnya untuk sekarang. Setelah jalan jalan ke beberapa forum fotografi seperti AF, FN, dan DA untuk melihat hasil jepretan dengan lensa ini dan rekomendasi dari beberapa rekan fotografer akhirnya saya memutuskan untuk membeli lensa mungil tersebut satu hari sebelum mudik lebaran di V3 mall ambasador. Dan hasilnya sangat memuaskan, diatas lumayan untuk dokumentasi lebaran :) (mungkin nanti saya upload beberapa dipostingan berikutnya).

Berikut ini adalah beberapa contoh foto "test" yang diambil dengan lensa tersebut, gambar sudah diperkecil sehingga terlihat agak "distract", (click untuk memperbesar gambar).


Secara ringkas beberapa alasan kenapa saya membeli lensa ini :

1. Bisa buat foto bokeh.
2. Karena memiliki bukaan rana yang besar, di tempat yang agak kurang cahaya masih yahud dipake buat moto meskipun tanpa flash.
3. Harganya murah (paling murah dikelasnya).

Meskipun ada yang berpendapat lensa ini kurang begitu tajam, saya kira itu tergantung pencahayaan dan lain sebagainya (tapi jangan dibandingkan dengan lensa L series :p). []

Picture Of The Day

Lagi browsing tiba tiba nemu foto di bawah ini. Ngga tahu siapa yang difoto dan siapa tukang fotonya. Tapi fotonya lucu. So Inspiring. :)



Tukang Ojek Yang Jujur

Hari itu, sabtu, dua minggu yang lalu. Minggu itu jatah saya pulang ke Bandung seperti biasanya.

Sampai di Bandung "coret" matahari sudah agak tinggi. Cuaca siang itu cukup cerah. Setelah turun dari bis Primajasa di gerbang tol Cileunyi saya langsung memanggil ojek untuk ke rumah orang tua. Tukang okjeknya masih muda. Tiba di tujuan saya bayar ojek itu 7000 rupiah, lalu langsung masuk ke rumah, menyimpan tas, dan sedikit beres beres. Berbarengan dengan itu terdengar bunyi klakson motor berulang ulang. Awalnya tak begitu saya hiraukan. Tapi klakson itu tetap berbunyi. Ah mungkin suara klakson motor adik saya yang baru pulang. Kebetulan sabtu itu dia ada acara di fakultasnya FK UNPAD. Tapi kok udah balik lagi?

Akhirnya karena penasaran saya lihat motor siapa. Ternyata itu motorya tukang ojek yang tadi. Setelah saya hampiri, ia berkata sambil menyorongkan uang yang tadi saya berikan, " Uangnya kelebihan A!".

Memang biasanya ongkos ojek dari dekat pintu tol ke rumah hanya 5000 rupiah, tapi saya biasa memberi 7000-8000 rupiah karena biasanya saya sampai dibandung "coret" hampir tengah malam. Tapi baru kali ini ada tukang ojek yang komplain dan mau mengembalikan kelebihan ongkos yang diberikan. Akhirnya saya katakan ke tukang ojek itu untuk mengembil kelebihannya. Setelah mengucapkan terimakasih, ia pun pergi.

Ternyata di Bandung "coret" masih ada orang yang jujur, meskipun ia hanya seorang tukang ojek.

Seandainya setiap orang bisa jujur.

Seandainya...

Refleksi : Tidak hanya orang yang dizalimi yang dijamin doanya

Sering diantara kita menyangka bahwa orang-orang yang dizalimi merupakan orang yang paling diijabah (di jamin pasti dikabulkan) doanya. Maka tak jarang diantara kita, baik hanya sekedar kata ataupun dalam canda, segera berdoa ketika dizalimi. Doanya pun tak tanggung-tanggung, dari mulai meminta balasan untuk orang yang menzalimi sampai doa untuk kenaikan gaji, promosi jabatan hingga berdoa agar dikarunia istri secantik Sandra Dewi :). Sah sah saja sebenarnya berdoa seperti itu ketika dizalimi, kecuali untuk doa yang pertama, karena Islam melarang umatnya mendoakan keburukan untuk orang lain meskipun untuk orang yang menzalimi dengan beberapa pengecualian, seperti doa untuk musuh yang “benar-benar” musuh (mis:setan atau musuh dalam peperangan).


Sah sah saja orang meyakini dan berdoa dengan aji mumpung ini, “mumpung di zalimi, mumpung doanya dijamin “, karena hal ini memang ditegaskan dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari. Tapi terlalu menyakitkan kalau hanya untuk mendapatkan jaminan doa harus menunggu datangnya kezaliman, karena sejatinya kezaliman itu bukan sesuatu yang pantas diharapkan akan tetapi sesuatu yang mesti dipupuskan. Sebenarnya ada kondisi lainnya yang memiliki tingkat jaminan doa yang sama dengan orang yang terzalimi.


Dalam haditsnya yang lain Bukhari meriwatkan , dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan, yaitu doa orang yang terzalimi, doa orang yang sedang safar (bepergian), dan doa orang tua terhadap anaknya.”


Dari hadits tersebut, jelas bagi kita bahwa tidak hanya orang yang dizalimi saja yang dijamin doanya, bahkan doa orang dalam perjalanan dan doa orang tua terhadap anaknya pun pasti dikabulkan. Sekarang mari kita ingat-ingat, berapa sering kita berada dalam kondisi bepergian? Mungkin terlampau sering kita bepergian, tapi selama ini kita tidak sadar bahwa “saat itu” doa kita sedang dijamin. Kebanyakan dari kita mungkin menyia-nyiakan waktu saat diijabahnya doa tersebut. Mulai sekarang berdoalah sebanyak–banyaknya ketika bepergian, ketika perjalanan dinas keluar kota atau keluar negeri, ketika dalam perjalanan menuju kantor, ketika didalam busway, KRL atau bahkan diatas ojek (kalau gak hujan dan jalanan gak becek pasti ada ojek), karena doa kita pasti dikabulkan. Mintalah apapun yang kita inginkan kepada-Nya, apapun selama yang kita minta adalah sesuatu yang baik-baik, karena sangat mudah bagi-Nya untuk mengadakan sesuatu, Allah itu maha kaya tidak berkurang sedikitpun kekayaannya meskipun kita meminta seluruh dunia beserta isinya, akan tetapi memang yang lebih baik adalah meminta untuk kebahagiaan akhirat.


Lalu berapa banyak diantara kita yang masih memiliki orang tua? Berapa banyak dari kita yang secara rutin meminta didoakan oleh orang tua kita? Mungkin selama ini kita malah menganggap remeh doa orang tua kita. Padahal orang tua adalah “mesin” doa bagi kita yang doanya pasti dikabulkan. Itu jaminan Allah. Tugas kita sebagai orang yang beriman adalah percaya dan yakin, karena iman itu adalah keyakinan. Kasarnya, kita tak peduli bahawa doa itu akan benar-benar terkabul atau tidak, yang pasti Allah telah menjamin pasti dikabulkan dan itu sudah cukup bagi kita. Itu prinsip orang yang beriman. Mulai sekarang jangan pernah sungkan atau malu untuk meminta doa kepada orang tua, dan sudah selayaknya kegembiraan yang luar biasa muncul dihati kita jika orang tua mendoakan kita, sekecil apapun, karena doanya dijamin oleh Allah. Hal inilah yang membuat saya merasa senang pada hari ulang tahun saya kemarin. Bukan karena ulang tahunnya, karena bagi saya ulang tahun itu berarti pengurangan jatah hidup kita di dunia dan senantiasa mawas diri bahwa usia kita semakin tua tapi sedikit sekali yang sudah kita perbuat. Yang membuat saya senang karena pada hari itu saya mendapat SMS dari ibu tercinta. SMS itu isinya doa,


“ Met ultah… semoga panjang umur, sehat selalu. Mudah mudahan selalu dalam lindungan Allah SWT, diberi rizki yang barokah, ditingkatkan keimanannya, mudah mudahan jadi orang yang sukses dunia dan akhirat ….amiien”


Dan bagi saya doa itu pasti terkabul… pasti….[]



Copyright © 2008 - My Lo(v/n)ely Journey - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template