MyGazine : Child Photography

Zaman dahulu kala, ketika saya SMA, para komikus underground Indonesia menerbitkan karyanya secara sederhana, cukup difotokopi, dan di jual secara murah meriah, bahkan terkadang gratis hanya untuk menunjukkan eksistensinya. Lain halnya dengan sekarang, ketika internet sudah menjadi barang umum yang bisa dinikmati siapa saja, fase aktualisasi kreativitas beralih dari hard copy ke soft copy. Ruang pamer gratis dapat diperoleh di sudut-sudut dunia maya. Terinspirasi hal tersebut, sekaligus untuk memenuhi janji saya pada postingan sebelumnya tentang hasil jepretan lensa CANON EF 50 mm f/1.8 II, iseng-iseng saya buat postingan berikut ini dengan format majalah, i call it MyGazine alias majalah iseng punya gua :)). just for refresh my creativity. Selamat menikmati.












download pdf version here



Mengurai Fenomena Si Dukun Cilik Ponari

Fenomena Ponari sang dukun cilik dan batu ajaibnya memang menarik, terutama bagi media yang haus akan berita sensasional. Daya penyembuhan batu ajaib Ponari yang "cespleng" plus pemberitaan media massa yang terlalu dibesar besarkan mendorong lautan manusia mengalir ke pintu rumah sang dukun cilik. Gak perlu repot, tinggal "Celup", penyakit hilang (konon katanya). Tak ayal fenomena ini meruntuhkan bangunan peradaban pengobatan modern yang telah berabad abad dibangun atas dasar sain dan rasionalitas dan mengajak kita kembali ke era sebelum renaisance.

Sebenarnya, kalau kita mau jujur, orang orang yang memiliki kemampuan penyembuhan seperti Ponari sangat banyak di negeri ini, metode pengobatan "cespleng" yang menegasikan peran para dokter atau mantri di klinik desa. telah banyak dilakukan oleh orang-orang sebelum Ponari. Perantaranya memang bukan batu, bisa kemenyan, ayam hitam, atau cuma jampi jampi biasa. Kita selama ini mengenal mereka dengan "dukun besar" sebagai kebalikan dari gelar "dukun cilik" yang disandang Ponari. Tapi mengapa hanya Ponari yang menjadi Fenomenal? Mungkin ini tidak hanya masalah besar kecil saja, selain Ponari sebelumnya hanya dikenal sebagai bocah ingusan biasa yang tiba tiba memiliki ilmu penyembuhan tingkat tinggi, dia juga tidak memasang tarif atas jasa pengobatannya alias gratis.

Saking fenomenalnya, ini kemudian menjadi kontroversi dimasyarakat. Menjadi kontroversi dikalangan akademisi kedokteran yang merasa ilmunya dilangkahi oleh seorang bocah ingusan. Menjadi kontroversi dikalangan PDSI (Perhimpunan Dukun Seluruh Indonesia) yang pemasukannya agak sedikit berkurang karena pengobatan gratis Ponari. Menjadi kontroversi di komnas perlindungan anak karena ada sinyalemen exploitasi anak di bawah umur. Dan menjadi kontroversi dikalangan yang "mengaku/merasa" ulama yang bingung menimbang isu dukun cilik ini antara kemampuan yang diberikan Allah dan biang kesyirikan.

Lantas bagaimana sikap kita sebagai umat islam menyikapi berbagai kontroversi itu. Bolehkah kita ikut-ikutan meminta air "celup" nya Ponari?

Saya sendiri bingung dengan berbagai kontroversi itu. Bukan bingung dengan Fenomenanya, tetapi bingung dengan pendapat beberapa orang yang "mengaku/merasa" ulama yang dibingungkan oleh fenomena tersebut, bingung antara melarang dan mempersilakan berobat kepada si dukun cilik. Lebih membingungkan lagi beberapa diantaranya bahkan mempersilakan mereka berobat dengan batu ajaib tersebut.

Padahal fenomena tersebut begitu terang di mata saya sebagai orang awam, bahwa fenomena ini adalah kerjaan syetan atau jin fasiq untuk pendangkalan aqidah umat. Mengapa saya berani mengatakan demikian?

Mari kita urai permasalahannya satu persatu dalam bingkai Islam.



Apakah Fenomena tersebut Mu'jizat yang diberikan Allah kepada Ponari?

1. Dalam Islam mu'jizat hanya diberikan kepada para nabi dan rosul. Sedangkan "keajaiban" yang diberikan kepada manusia biasa disebut dengan Ma'unah. Akan tetapi tidak sebarangan orang bisa memperoleh Ma'unah tersebutm hanya hamba-hamba Allah yang saleh, ikhlas, dan faham akan dinul islam yang bisa mendapatkannya. Apakah Ponari termasuk ke dalam golongan orang-orang tersebut?

2. Yang namanya Mu'jizat/ Ma'unah sifatnya hanya sementara, pada saat itu, tidak bisa diulang, bahasa kerennya tidak bisa di ON/OF kan. Ketika nabi musa diberi mu'jizat dapat membelah laut Merah dengan tongkatnya, mu'jizatnya itu hanya berlaku pada saat itu, hanya pada saat beliau dan kaumnya di kejar oleh tentara Firaun. Beliau tidak dapat mengulangi mu'jizat itu setelahnya. Atau ketika nabi Isa diberi mu'jizat untuk menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penderita penyakit kusta, pekak, dan buta. Beliau tidak serta merta bisa mengulang mu'jizatnya itu di lain waktu dan di lain tempat, itu hanya terjadi sekali, oleh karenanya dalam sejarah kita tidak menemukan balai pengobatan yang didirikan oleh nabi Isa. Lantas bagaimana dengan ponari?


Kalau bukan Mu'jizat, lantas Apa?

Dalam islam ada juga kemampuan "ajaib" yang diberikan kepada yang bukan orang saleh atau bahkan kepada orang yang bermaksiat sekalipun, yang dikenal dengan sebutan Istijraj.

Rasulullah bersabda, “Apabila kamu melihat Allah memberi seorang hamba apa yang diinginkannya, padahal hamba itu selalu berbuat maksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj dari Allah untuknya”. (HR. Ahmad dan Thabrani, dalam kitab as-Syu’ab).

Disisi lain fenomena penyembuhan tersebut merupakan tipu daya syetan/ jin fasik - atas izin Allah- untuk mendangkalkan aqidah umat Islam melalui Ponari, dan hanya orang orang yang muhlis saja yang tidak tertipu oleh tipudaya syetan ini:

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka" (Qs. Al-Hijr: 39-40)

Tipu daya Syetan itu kian hari memang kian halus. Mungkin kita pernah mendengar tentang penemuan ikan yang bertuliskan lafaz La ilaaha ilallah di Tuban, Jawa Timur. Alih-alih memperkuat iman penduduk sekitar, yang ada malah mereka mengambil air yang dipakai ikan tersebut, dan menganggapnya sebagai air berkah.

Sebenarnya, seperti telah saya singgung dimuka, penyembuhan "instant" seperti yang dilakukan oleh Ponari telah lama dikuasai oleh para dukun lainnya, meskipun metodenya berbeda. Tapi kenapa sebutan mu'jizat atau kata kata manis lainnya hanya di sandangkan pada Ponari?

Mari Berlogika

Secara logika, penyembuhan melalui media batu yang dicelupkan kadalam air adalah tidak masuk akal, yang ada seharusnya si pasien malah menjadi sakit karena air menjadi kotor akibat celupan batu tersebut. Jika tak masuk akal maka kita harus menganalisanya melalui pendekatan metafisis/ghaib. Sebagai umat islam kita meyakini bahwa segala sesuatu yang ghaib itu hanya Allah yang tahu, dan itu dijelaskan dalam Al-Quran dan hadits. Sekarang mari kita periksa adakah cara pengobatan yang tidak masuk akal tersebut dalam Al-quran dan hadits? Adakah contoh dari pengobatan seperti itu dari rosulullah dan para sahabatnya? Seandainya pengobatan seperti ini baik dan merupakan "rahmat Allah" sudah selayaknya jika Rosulullah melakukannya, tetapi kenyataannya tidak.

Jika dalam tuntunan syariah tidak ada pengobatan yang seperti ini, sudah dapat dipastikan bahwa ini datangnya dari Jin/ syetan, dan tidak layak bagi seorang muslim berobat dengan cara seperti ini.

Mari kita bandingkan metode pengobatan batu "celup" itu dengan air zam-zam.

Misalkan, pengobatan dengan air zam-zam itu tidak masuk akal . Maka kita harus menganalisanya melalui pendekatan metafisis. Adakah penjelasannya dari al-quran/ hadits? ternyata ada:

Diriwayatkan dalam Shahîh Muslim, Nabi saw. pernah bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang-malam di sekitar Ka’bah tanpa makan-minum, selain air zam-zam, “Siapa yang telah memberimu makan?”

“Saya tidak punya apa-apa kecuali air zam-zam ini. Namun, saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku,” Abu Dzarr menjelaskan.

“Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar dan tak menjadi kurus,” tambah Abu Dzarr.

Lalu Nabi saw. menjelaskan: “Sesungguhnya zam-zam ini air yang sangat diberkahi; ia adalah makanan yang mengandung gizi.”

Nabi saw. Menambahkan, “Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang maka Allah mengenyangkanmu. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas)

maka pengobatan dengan air zam-zam adalah halal, karena meskipun tidak masuk akal, tetapi ada penjelasannya di al-quran dan hadits. Meskipun sebenarnya keajaiban air zam-zam sekarang bisa dijelaskan secara sains dengan ditemukannya unsur-unsur hara yang ada pada air ini. Dan ternyata kalau dirunut semua pengobatan cara nabi itu bisa dijelaskan secara ilmiah, tidak ada yang tak masuk akal.


Pengobatan yang diajarkan Nabi

Seandainya keajaiban pengobatan ala Ponari ini merupakan rahmat Allah kepada hambanya, bukankah Rasulullah, para sahabat, dan para ulama lebih berhak memilikinya?

Tapi mengapa ketika tubuh rasulullah terluka ketika perang ia harus mengobati lukanya dengan besi yang dibakar?

Mengapa rasulullah hanya menganjurkan berbekam untuk mengobati penyakit?

Mengapa Umar bin Khatab tidak jadi memasuki suatu perkampungan karena kampung tersebut terjangkit wabah kolera?

Mengapa beberapa sahabat nabi meninggal karena penyakitnya?


Mengapa nabi susah susah bersabda pada umatnya bahwa pengobatan itu dapat dilakukan dengan bekam, besi panas, habbatusauda dan madu, jika ternyata Allah menurunkan pengobatan "hanya" dengan batu?


Pengobatan "Ajaib" yang dibolehkan dalam Islam

Satu satunya pengobatan ajaib dan instan dalam Islam adalah dengan bacaan Alquran, bukan melalui dukun atau batu. pengobatan semacam ini dikenal dengan istilah RUQYAH.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu berkata ketika memberikan komentar terhadap hadits yang menyebutkan tentang wanita yang menderita ayan (epilepsi): “Dalam hadits ini ada dalil bahwa pengobatan seluruh penyakit dengan doa dan bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah lebih manjur serta lebih bermanfaat daripada dengan obat-obatan. Pengaruh dan khasiatnya bagi tubuh pun lebih besar daripada pengaruh obat-obatan jasmani.
Namun kemanjurannya hanyalah didapatkan dengan dua perkara:
Pertama : Dari sisi orang yang menderita sakit, yaitu lurus niat/tujuannya.
Kedua : Dari sisi orang yang mengobati, yaitu kekuatan bimbingan/arahan dan kekuatan hatinya dengan takwa dan tawakkal. Wallahu a’lam.” (Fathul Bari 10/115)

Dalam hadits Abu Sa‘id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu tentang ruqyah dengan surat Al-Fatihah yang dilakukan salah seorang shahabat, benar-benar terlihat pengaruh obat tersebut pada penyakit yang diderita sang pemimpin kampung. Sehingga obat itu mampu menghilangkan penyakit, seakan-akan penyakit tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Cara seperti ini merupakan pengobatan yang paling mudah dan ringan. Seandainya seorang hamba melakukan pengobatan ruqyah dengan membaca Al-Fatihah secara bagus, niscaya ia akan melihat pengaruh yang mengagumkan dalam kesembuhan.

Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Aku pernah tinggal di Makkah selama beberapa waktu dalam keadaan tertimpa berbagai penyakit. Dan aku tidak menemukan tabib maupun obat. Aku pun mengobati diriku sendiri dengan Al-Fatihah yang dibaca berulang-ulang pada segelas air Zam-zam kemudian meminumnya, hingga aku melihat dalam pengobatan itu ada pengaruh yang mengagumkan. Lalu aku menceritakan hal itu kepada orang yang mengeluh sakit. Mereka pun melakukan pengobatan dengan Al-Fatihah, ternyata kebanyakan mereka sembuh dengan cepat.”
Subhanallah! Demikian penjelasan dan persaksian Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu terhadap ruqyah serta pengalaman pribadinya berobat dengan membaca Al-Fatihah. (Ad-Da`u wad Dawa` hal. 8, Ath-Thibbun Nabawi hal. 139)


Pilih sembuh dari penyakit atau pilih Allah

Jika ada orang yang beralasan datang ke pengobatan "instant" ala dukun karena penyakitnya tidak sembuh sembuh bahkan dengan pengobatan dokter sekalipun. Maka ceritakanlah tentang kisah nabi Ayub yang badan dan kulitnya hancur karena penyakit kronis, bahkan saking lamanya penyakit ini, istri dan saudara saudaranya pergi meninggalkan beliau. Lalu apa yang dilakukan nabi Ayub? Ia rela atas ketentuan Allah (setelah usaha maksimal) dan ia hanya meminta kepada-Nya dalam doanya supaya lidah dan hatinya tidak rusak oleh penyakit itu agar ia tetap bisa berdzikir kepada-Nya.

Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit sesuai dengan yang disyariatkan, pergi kedokter, tabib, akupuntur, berbekam, mengkonsumsi makanan herbal, madu, ataupun dengan bacaan-bacaan alquran dan tentu saja berdoa kepada Allah. Adapun proses pengobatan "instan" dan "ajaib" yang diluar ketentuan syariat sudah dapat dipastikan adalah perbuatan syetan/jin, dan meminta pertolongan kepada hal yang demikian adalah haram hukumnya.

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan" (Qs. Al Jin:6)

Apa gunanya kesembuhan, kalau ternyata aqidah kita rusak. Apa gunanya kesembuhan kalau untuk meraihnya kita harus melanggar syariatnya.


Larangan pergi ke dukun

Untuk memantapkan, alangkah lebih baik kalau saya kutip beberapa hadits tentang larangan keras pergi ke dukun,


"...'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja masuk Islam. Allah telah menurunkan dienul Islam kepada kami. Sesungguhnya di antara kami masih ada yang mendatangi dukun.' Beliau menjawab, 'Jangan datangi dukun!' 'Di antara kami masih ada yang suka bertathayyur (anggapan sial karena melihat atau mendengar sesuatu, misalnya melihat burung tertentu atau mendengar suatu binatang tertentu),' lanjutku. Rasulullah menjawab, 'Itu hanyalah sesuatu yang terlintas dalam hati mereka, maka janganlah sampai mereka menangguhkan niat karenanya.' Kemudian aku lanjutkan: 'Sesungguhnya di antara kami masih ada yang mempraktekkan ilmu ramal.' Rasulullah menjawab, 'Dahulu ada Nabi yang menggunakan ilmu ramal. Apabila sesuai dengan ramalan Nabi tersebut maka silahkan lakukanlah.' .."(HR Muslim [537])

Diriwayatkan dari Shafiyyah binti Abi Ubaid Rasulullah, dari salah seorang isteri Nabi saw., dari Nabi saw, beliau bersabda, "Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu lalu ia membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam." (HR Muslim [2230]).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa mendatangi dukun lalu membenarkan perkataannya, atau menggauli isterinya yang sedang haidh atau menyetubuhi isterinya pada duburnya, maka sesungguhnya ia telah berlepas diri dari ajaran yang diturunkan kepada Muhammad saw." (Shahih, HR Abu Dawud [3904], At-Tirmidzi [135], An-Nasa'i dalam al-Kubra [X/124], dan Ibnu Majah [639])


Allah menurunkan penyakit pasti menurunkan obatnya juga, bukankah bisa jadi obatnya melalui Ponari?

Betul sekali, Allah yang menurunkan penyakit pasti menurunkan juga obatnya, tetapi pengobatan itu harus sesuai syariat dan obatnya harus dari bahan yang halal. Dalam Islam, tidak hanya hasil saja yang dinilai tetapi juga proses yang dijalani. Islam bukan Machiaveli yang menghalalkan segala cara (bahkan cara kotor sekalipun) untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Berobat untuk mencari kesembuhan dengan jalan yg diluar syariat islam sama dengan orang yang mencari rizki dari Allah dengan cara mencuri, rizkinya itu sendiri halal pada mulanya, tetapi menjadi haram karena jalan untuk memperolehnya yang diharamkan.

Sebagai penutup alangkah baiknya jika saya kutipkan kesimpulan tentang fatwa berobat ke dukun dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram:


Sejatinya, sakit itu datang dari Allah ta’ala. Dialah yang akan menyembuhkannya pula. Namun, kita dibolehkan untuk mencari kesembuhan dengan yang halal dan dibolehkan oleh syariat. Maraknya pengobatan alternatif membuat kita harus berhati-hati agar mendapatkan kehalalan dalam berobat. Salah satu pengobatan alternatif yang sangat jauh dari syariat adalah berobat ke dukun. Berobat ke dukun merupakan suatu keharaman karena telah dilarang oleh syariat. Larangan untuk pergi ke dukun baik untuk berobat atau untuk keperluan lainnya, datang dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua hadits yang telah disebutkan di atas. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang telah diharamkan oleh syariat.


Wallahu a'lam bishshawab.




Tips menghafal Al-Quran

Tips menghafal Al-Quran

H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA.



Banyak ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi yang berisi anjuran untuk membaca Al-Qur'anul Karim dan menghafalnya. Dan berisikan pula penjelasan tentang kedudukan agung yang hanya diberikan kepada para penghafal Al-Qur'an yang senantiasa mengamalkannya.

Oleh karenanya, para shahabat yang mulia RA dan para salafusshalih, dari satu generasi ke generasi berikutnya selalu berlomba-lomba dalam menghafal Al-Qur'anul Karim. Mereka juga senantiasa memiliki kesungguhan yang tinggi dalam mendidik anak-anak mereka agar menjadi penikmat hidangan Al-Qur'an, baik dalam mempelajarinya atau pun menghafalkannya dengan hafalan yang baik dan tajwid yang benar, mentaburi segala yang terdapat di dalamnya berupa janji dan ancaman.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullahu berkata :

"Dahulu para ulama salaf memberikan wasiat untuk selalu baik dalam mengamalkan Al-Qur'an, bukan hanya sekedar banyak dalam membacanya; karena sesungguhnya pengamalan yang sedikit tetapi baik, lebih utama dari pengamalan yang banyak tetapi tidak baik".

BEBERAPA TIPS MENGHAFAL AL-QURAN :

Banyak sekali tips untuk menghafalkan Al-Qur’an yang telah dituliskan oleh para ulama, diantaranya adalah tips-tips berikut ini, selamat menyimak semoga bermanfaat :

Ikhlas sebagai kunci ilmu dan pemahaman

Jadikan maksud dan tujuan kita dalam menghafal sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT. Hadirkan pada diri kita bahwa yang sedang kita baca adalah Kalamullah Azza wa Jalla. Waspadalah bila mana motifasi kita dalam menghafal adalah untuk mendapatkan kedudukan di tengah-tengah masyarakat, atau untuk mendapatkan penghasilan dunia, upah dan hadiah. Karena Allah SWT tidak akan menerima amal melainkan bila mana dikerjakan secara ikhlas untuk-Nya semata

Menjauhi kemaksiatan dan perbuatan dosa

Hati yang diselimuti oleh kemaksiatan dan disibukan dengan serbuan syahwat dunia, maka tidak akan mendapatkan porsi bagi cahaya Al-Qur'anul Karim. Karena kemaksiatan akan menjadi penghalang dalam menghafal Al-Qur'an, mengulang-ulang dan mentadaburinya. Segala bentuk bisikan setan akan memalingkannya dari berdzikir kepada Allah SWT.

Ibnu Mubarak rahimahullah berkata :

Aku melihat dosa-dosa itu akan mematikan hati

Selalu melakukan dosa akan mewariskan kehinaan

Meninggalkan dosa merupakan hidupnya hati

Baik bagi dirimu bilamana meninggalkannya


Tengoklah Imam Syafi'I yang memiliki kecepatan dalam menghafal, bagaimana dia mengadu kepada gurunya, Waki', suatu hari dia mengalami kelambatan dalam menghafal. Maka gurunya lalu memberikan obat mujarrab, yaitu dengan meninggalkan perbuatan maksiat dan mengosongkan hati dari setiap penghalang antara dia dan Tuhannya.

Imam Syafi'I rahimahullah berkata :

Aku mengadu kepada (guruku) Waki' atas buruknya hafalanku

Maka diapun memberiku nasihat agar aku meninggalkan kemaksiatan

Dia memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang selalu bermaksiat.

Barang siapa yang memiliki kesungguhan untuk menjauhi kemaksiatan maka Allah Azza wa Jalla akan membukakan hatinya untuk mengingat-Nya membimbingnya dalam mentadaburi ayat-ayat kitab-Nya, memberikan kemudahan dalam menghafal dan mempelajarinya.

Memanfaatkan masa kanak-kanak dan masa muda

Karena anak kecil banyak memiliki waktu luang dan sedikit kesibukkan. Ahnaf bin Qais meriwayatkan bahwasanya dia pernah mendengr seseorang berkata :

اَلتَعَلُّمُ فِي الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ فِي الْحَجَرِ

"Belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir di atas batu".

Maka Ahnaf pun berkomentar :

اَلْكَبِيْرُ أَكْثَرُ عَقْلاً لَكِنَّهُ أَشْغَلُ قَلْبًا

"Orang dewasa itu lebih pandai, akan tetapi hatinya lebih

sibuk".

Oleh karenanya, bagi orang yang telah berlalu masa mudanya jangan sampai dia merasa tidak memilki ke kesempatan dan merasa lemah dalam menghafal; karena apabila dia kosongkan hatinya dari segala kesibukkan dan kegundahan, maka dia akan mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Qur'anul Karim yang mana dia tidak mendapati kemudahan itu selain daripada menghafalnya. Allah ta'ala berfirman :

" Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? ". (Q.S. Al-Qamar/54 :17)

Dan ini adalah merupakan salah satu karakteristik Al-Qur'anul Karim.

Saudaraku, janganlah kamu lupa bahwa manusia ketika beranjak usia dewasa akan lemah penglihatannya. Tekadang dia tidak mempu untuk membaca Al-Qur'an dari mushaf, dan pada saat dewasa inilah dia akan mendapatkan apa yang telah dihafalnya dalam dadanya itu simpanan yang akan dibacanya dan dia nikmati dalam tahajudnya. Dan apabila dia tidak mengingat sedikitpun apa yang telah dihafalnya, maka betapa besar penyesalannya.

Memanfaatkan waktu giat dan senggang

Saudaraku sidang pembaca, tidak layak bagimu menghafal di waktu lelah dan membosankan, atau ketika pikiranmu sibuk dalam suatu perkara; karena semua ini akan menghalangi konsentrasimu dalam menghafal. Akan tetapi pilihlah waktu giat dan keadaan pikiran sedang tenang. Alangkah baik bilamana itu anda lakukan setelah shalat fajar (subuh) karena yang demikian itu lebih banyak manfaatnya, terlebih bagi orang yang tidur malamnya lebih awal.

Menggunakan waktu-waktu giat sangat penting sekali, maka anda harus mengetahui kapan diri anda bangkit untuk bekerja dan kapan mengistirahatkannya.

Bila datang kesempatanmu, maka pergunakanlah ia sebaik-baiknya

Karena akhir setiap yang bergerak adalah ketenangan

Jangan kamu lalai melakukan kebaikan saat ada kesempatanKarena kamu tidak tahu kapan ketenangan (kesempatan) itu akan kembali

Dan diantara indahnya lantunan bait syair Imam Syafi'i rahimahullah agar menggunakan kesempatan yang ada untuk bergegas melakukan ketaatan adalah :

Bila orang-orang mulai terlelap tidur, aku pun menangis

Dan aku lantukan diantara bait syair yang terindah

Bukankah kerugian itu adalah malam-malam yang berlalu

Berlalu tanpa dilalui menuntut ilmu dan akan dihisab umurku?

Memilih tempat yang tepat

Yaitu dengan menjauhi tempat-tempat bising dan keramaian; karena itu semua akan menyibukkan dan membuyarkan konsentrasi kita. Dan sebaik-baik tempat yang kamu pilih untuk menghafal Al-Qur'anul Karim adalah rumah-rumah Allah (masjid) agar kamu mendapatkan pahala yang berlipat ganda, atau di tempat yang tenang, di mana pendengaran dan penglihatan tidak disibuki dengan segala hal yang ada di sekitarmu.

Motivasi diri dan tekad yang benar

Keinginan yang kuat dan benar akan memberikan pengaruh yang besar dalam menguatkan, memudahkan dan berkonsntrasi dalam menghafal. Adapun orang yang ingin menghafal di bawah pengaruh tekanan kedua orang tuanya atau gurunya tanpa timbulnya motifasi dari dalam dirinya maka hal itu tidak akan berlangsung lama, dan pasti dia akan mengalami masa futur (lemah semangat) yang berat.

Motivasi diri dan tekad yang benar akan bertambah dengan adanya penyemangat yang berkesinambungan, penjelasan akan ganjaran dan kedudukan yang mulia bagi para penghafal Al-Qur'anul Karim dan majelis Al-Qur'an dan adanya pengobaran semangat berlomba dalam halaqah Qur’an, rumah atau sekolah. Dengan tekad yang benar ini maka dengan sendirinya bisikan-bisikan setan akan hilang dengan sendirinya dan nafsu ammarah (jiwa penyuruh keburukan) pun akan sirna.

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata :

"Barang siapa memiliki tekad yang benar maka setan akan berputus asa darinya, dan bila mana seorang hamba tidak teguh pendiriannya maka setan akan selalu mengganggunya dan menjanjikan angan-angan yang terlalu jauh".

Imam Ibnu Al-Jauzi rahimahullah bercerita tentang dirinya :

"Aku pernah merasakan manisnya dalam menuntut ilmu, aku pun menjumpai berbagai ujian yang menurutku lebih manis dari pada madu dikarenakan aku menginginkan yang aku harapkan".

Menfungsikan semua indra

Kemampuan satu orang dengan lainnya pasti berbeda, apalagi dalam hal menghafal Al-Quran, akan tetapi menggunakan semua panca indra secara optimal akan memberikan kemudahan kepadanya untuk menyimpan hafalannya secara baik dalam ingatan.

Dalam proses menghafal Al-Quran ini, hendaknya kita dapat menfungsikan indra penglihatan, pendengaran dan ucapan; Karena setiap panca indra kita memiliki jalan yang akan menyampaikannya kepada otak. Apabila cara yang dilakukan beraneka ragam, maka akan menghasilkan hafalan yang kuat dan mantap.

Semua ini bisa kita mulai dengan membaca ayat yang akan kita hafal secara jahriyah (bersuara), sedangkan kita melihat dengan teliti halaman yang kita baca serta mengulang-ngulannya sampai halaman mushaf terekam diingatan. Begitu pula dengan pendengaran, hendaknya digunakan dalam membaca sehingga terasa nyaman, khusunya bila kita membacanya dengan lagu yang indah. Adapun orang yang menghafal dengan melihat mushaf dengan tidak bersuara atau dengan cara mendengarkan kaset Al-Qur'an tanpa melihat mushaf, atau dia merasa cukup ketika menghafal dengan suara bacaan yang pelan; maka cara-cara seperti ini tidak mudah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Menggunakan satu cetakan mushaf

Lebih disukai memilih cetakan Mushaf Huffazh, yaitu setiap awal halaman diawali ayat baru dan dihalaman itu pula berakhir ayat sesudahnya. Ini akan memberikan pengaruh yang cukup besar kepada kita dalam memberikan gambaran bentuk dan letak halaman dalam ingatan. Juga kita akan kembali terfokus ketika melakukan murajaah (mengulang hafalan).

Namu apabila cetakan mushaf yang digunakan berubah-ubah maka akan memberikan gambaran yang berbeda di dalam ingatan, kita tidak akan dapat konsentrasi, yang kemudian akan membuyarkan hafalan yang ada.

Juga, jangan lupa untuk menggunakan mushaf saku, atau mushaf yang dicetak per-juz per-juz yang selaras dengan cetakan mushaf yang digunakan selama ini. Jadikan mushaf saku itu selalu bersama kita di manapu kita berada; karena ketika kita membutuhkannya kita dapat segera memanfaatkan waktu yang ada untuk menghafal hafalan baru atau mengulangan hafalan yang ada.

Bacaan yang baik dan benar

Setelah memilih waktu dan tempat yang sesuai, menggunakan satu cetakan mushaf yang kita gunakan dalam menghafal, maka sebelum mulai menghafal, kita harus membenahi bacaan terlebih dahulu dengan merujuk kepada salah seorang guru yang memiliki bacaan yang baik dan benar. Atau bias juga dengan mendengarkan potongan surat/ayat yang akan kamu hafal dengan suara salah seorang qari dari dari MP3 atau yang sejenisnya. Mengapa ini semua harus kita lakukan? Jawabannya adalah, agar kita tidak jatuh kepada kesalahan dalam menghafal; karena ketika dalam proses menghafal kita salah membaca, maka kita akan memiliki mendapatkan kesulitan dalam memperbaikinya setelah dia sudah melekat dalam ingatan.

Imam Munada rahimahullah berkata :

Ketahuilah bahwa menghafal itu ada beberapa cara, diantaranya adalah seseorang dapat membaca di hadapan orang yang lebih baik hafalannya, karena orang yang baik hafalannya lebih peka terhadap kesalahanorang yang membaca di hadapannya, dibandingkan si pembaca tersebut terhadap kesalahannya sendiri saat membaca hafalan”.

Dengan demikian, kita harus berusaha untuk ikut talaqqi Al-Qur’an secara musyafahah (berhadapan lansung) dengan para penghafal Al-Qur’an atau para Syaikh yang baik bacaannya, agar nantinya kita akan terhindar dari kesalahan dalam membaca.

Oleh karena itu, kami menghimbau kepada guru-guru Al-Quran aga lebih memperhatikan perbaikan bacaan ayat-ayat yang akan dihafal oleh para muridnya. Dan juga agar mereka selalu membimbing muridnya itu untuk memperbaiki kata-kata yang sering kali dibaca salah, yaitu dengan menugasi mereka agar mengulang hafalannya di hadapan kawan-kawan untuk menghindari berbagai kesalahan pada saat menghafal.

Hafalan yang saling berikatan

Jangan lupa, bahwa hafalan kita harus saling berikatan; maka setiap kali kita menghafal satu ayat dengan baik, hendaknya kita mengulanginya dengan kembali membaca ayat sebelumnya yang telah kita hafal, setelah itu barulah pindah ke ayat-ayat berikutnya.

Usahakan, setelah kita menyelesaikan hafalan surat tertentu untuk tidak beranjak ke surat lainnya sebelum kita yakin bahwa ayat-ayat yang telah kita hafalkan sudah benar-benar melekat di memori kita.

Memahami makna ayat yang dihafal

Diantara yang dapat membantu mengikat ayat-ayat yang dihafal dan memudahkan dlam proses menghafal adalah hendaknya kita sesekali merujuk kepada beberapa kitab tafsir yang disusun secara ringkas, agar kamu dapat memahami ayat-ayat tersebut walaupun secara global. Tentunya ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah menguasai Bahasa Arab dengan baik. Tapi, bagi mereka yang belum menguasainya, bisa juga menggunakan Mushaf terjemahan. Karena dengan memahami makna ayat atau surat yang kita baca, akan banyak membantu kita dalam proses menghafal ini.

Hafalan yang baik

Ketika kita ingin memulai menghafal Al-Quran, usahakan jangan tergesa-gesa ingin cepat hafal ayat atau surat yang baru satu atau kali kita baca. Karena hafalan yang baik prosesnya menghafalnya adalah dengan membaca berulang kali ayat-ayat yang akan kita hafal. Paling tidak kita dapat membacanya minimal tujuh kali. Nah, setelah kita merasakan bahwa ayat-ayat yang baru saja kita baca tadi telah melekat di dalam memori kita, barulah kita boleh pindah ke ayat berikutnya

Tidak sedikit kita mendapati para santri atau orang yang sedang menghafal Al-Quran, setelah membaca dua sampai tiga kali ayat yang akan dihafalnya, lalu merasa dirinya sudah hafal. Setelah itu pun dia coba untuk pindah ke ayat berikutnya. Ini mereka lakukan karena ingin segera dapat menghafal ayat-ayat tersebut.

Hal itu bisa jadi dilakukannya karena persaingan, saling berlomba antara sesama santri atau memang dari sang guru yang membebaninya dengan hafalan dan target-target yang akan memberatkan para santrinya tersebut.

Hal demikian sebenarnya tidak dapat dibenarkan dalam prosses menghafal Al-Quran yang baik. Bukan saja tidak dibenarkan, akan tetapi dia juga tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan. Oleh karenaya menghafal sedikit-sedikit itu lebih baik dari pada banyak tetapi terputus, menghafal dengan tergesa-gesa akan mengakibatkan cepat lupa.

Terkadang yang menjadi penyebab fenomena ini adalah merasa puas dengan dirinya dan terperdaya akan hal itu, di mana seorang santri akan merasa cukup dengan membaca beberapa kali ayat-ayat atau surat yang akan dihafalnya.

Memiliki bacaan yang berkesinambungan

Hendaknya kita segera membaca Al-Qur'an ketika kesempatan itu datang; karena banyaknya membaca Al-Qur'an akan mempermudah dan melekatkan hafalan dalam memori kita, dan bacaan yang banyak itu termasuk diantara metode yang paling mendasar dalam mengulang-ngulang hafalan.

Semoga saja kita dapat memperhatikan bahwa beberapa surat dan ayat yang banyak kita baca dan perdengarkan ke orang lain, akan dapat membantu kita dalam menghafal dan kita tidak perlu lagi bersusah paya dalam menghafalnya. Dan apabila ketika menghafal, kita sampai pada ayat-ayat yang sering dibaca maka kita akan melaluinya dengan mudah. Kita ambil contoh, Surat yasin, Al-Waqi'ah, Al-Mulk, dan ayat-ayat terakhir dalam surat Al-Furqan, terlebih lagi surat-surat yang terdapat dalam juz 'Amma dan ayat-ayat terakhir dalam surat Al-Baqarah yang sering dibaca banyak orang. Ini akan lebih mudah untuk dihafal karena seringnya kita membacanya dan juga mendengarnya dari orang lain.

Dari sini akan terlihat perbedaan yang amat mencolok antara orang yang memiliki wirid Al-Quran (tilwah harian) dengan yang tidak memiliki wirid Al-Quran. Bila mana kita terbiasa membaca Al-Qur'an setiap hari secara berkesinambungan dan dengan target tertentu; maka ketika kita akan mulai menghafal, maka kita dapat menghafal Al-Quran dengan mudah. Sehingga sering kali kita akan dapati ayat atau surat yang akan kita hafal seakan-akan sudah pernah kita dihafal. Adapun bagi kita yang sedikit membaca dan tidak memiliki target tertentu setiap harinya, maka kita akan menghadapi banyak kesulitan dalam menghafal.

Oleh karenanya jangan kita lupa bahwa membaca Al-Qur'anul Karim adalah ibadah dan bentuk taqarrub yang paling utama kepada Allah SWT. Dan setiap ayat yang kita baca akan bernilai satu pahala yang dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.

Begitu juga kalau kita banyak membaca surat-surat yang pernah kita hafal, akan dapat menguatkan dan melekatkan hafalan dalam memori, khusunya di dalam shalat; oleh kerenanya hendaknya kita selalu bersungguh-sunguh dalam mengulang-ngulang hafalan dengan membacanya di dalam shalat. Dan jangan kita lupa bahwa bangun malam dan shalat tahujud beberapa rakaat dengan membaca ayat atau surat Al-Qur'an yang kita hafal itu adalah sebagai salah satu pintu ketaatan yang begitu agung. Dan inilah yang membuat orang yang selama ini tidak mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Qur'an akan merasa iri terhadap kita.

Rasulullah SAW sebagai qudwah, pemberi petunjuk dan pemberi kabar gembira telah mengajarkan cara ini, cara yang juga pernah dilalui oleh orang-orang shalih, sehingga hafalan Al-Qur'an kita kuat dan tidak mudah lupa.

Rasulullah SAW bersabda :

"وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ".

Dan apabila seorang penghafal Al-Qur'an mendirikan shalat kemudian dia membacanya siang dan malam hari; maka dia akan selalu mengingatnya, dan apabila dia tidak melakukannya maka dia akan melupakannya “.(H.R. Muslim)

Menghafal sendiri sedikit manfaatnya

Barangkali ada kebiasaan buruk yang ada pada diri kita, yaitu suka menunda pekerjaan dengan mengatakan nanti, setiap kali terlintas pada dirinya untuk segera menghafal, maka saat itulah kesibukan menghadangnya, sehingga membuat kita selalu menunda pekerjaannya tersebut. Maka di sinilah tekad kita akan cepat melemah. Adapun menghafal bersama-sama dengan seorang kawan, maka mereka akan dapat membuat suatu perencanaan, dan satu sama lain akan saling membantu. Dan di sani pula akan ada upaya saling berlomba satu sama lain, saling mengingatkan apabila terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam membaca dan menghafal.

Berapa banyak kita melihat peserta pada halaqah-halaqah tahfizh AL-Quran di masjid, di mushalla, di rumah dan lain sebagainya, mereka telah menghafal beberapa juz, kemudian dengan kesibukannya mereka tidak dapat menghadiri halaqah-halaqah tersebut, dan mereka mengira bahwa mereka mampu menghafal secara individu dan tidak butuh lagi hadir dalam halaqah. Maka di sini semangat mereka terlihat melemah dan kemidan mereka berhenti menghafal. Yang lebih parah lagi adalah terkadang mereka disibuki oleh urusan dan pekerjaan yang membuat mereka meninggalkan murajaah hafalan yang lalu mereka hafal. Demikianlah hari demi hari berlalu dan mereka lupa semua yang mereka pernah hafalkan, mereka menyia-nyiakan semua yang pernah mereka dapat dan miliki sebelumnya.

Menghafal sendiri tanpa bimbingan seorang guru juga akan dihadapkan kepada kesalahan saat mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an. Memang tanpa disadari kesalahan ini akan terus berlangsung dalam tempo yang lama, namun ketika dia memperdengarkan hafalannya di hadapan peserta lainnya atau di hadapan gurunya; maka kesalahan tersebut akan nampak jelas kelihatan.

Oleh karena itu kita dapat memilih dan mengajak beberapa teman, peserta halaqah tahfizh atau saudara yang kita cintai karena Allah SWT, kita dapat menghafal Al-Qur’an bersama mereka. Dan kita bias saling mengoreksi dan melakukan murajaah hafalan yang lalu bersama mereka.

Teliti dalam membaca ayat-ayat yang mirip

Penting sekali memperhatikan ayat-ayat yang mirip pada beberapa lafzh dan membadingkan letak kemiripan pada ayat tersebut. Bagus sekali seandainya saat proses menghafal sedang belangsung kita menulis di buku ayat-ayat yang mirip dengan harapan agar kita dapat menghadirkan letak ayat yang mirip saat murajaah.

Kalau kita amati sebagian peserta halaqah tahfizh yang tidak memperhatikan letak ayat-ayat yang mirip. Karena hal tersebut, mereka akan mengalami kesalahan saat tasmi' hafalan, di mana kemiripan satu ayat dengan ayat lainnya akan dapat mengganggu konsentrasi kita.

Tanpa kita sadari bisa jadi dia akan berpindah ke surat berikutnya, terkadang saat tasmi' kita akan nyasar dan berpindah ke surat atau ayat lainnya apabila ada beberapa ayat yang mirip.

Oleh karena itu, ada cara yang sangat bagus untuk mencapai hafalan yang bagus, yaitu dengan lebih terfokus pada ayat-ayat yang mirip, mengamatinya dan harus ada perhatian lebih terhadapnya.

Perhatikan ungkapan salah seorang ulama :

Sesungguhnya mengenal letak ayat yang mirip akan memberikan kemudahan dalam menguatkan hafalan seorang penghafal dan melatih peserta halawah tahfizh. Ada satu kelompok Qurra yang menulis jenis ini dan mereka menjulukinya dengan sebutan Al-Mutasyabih sebagai jawaban dari buruknya hafalan”.

Saudaraku tercinta, di mana pun anda berada, mudah-mudahan dengan mengikuti sebagian tips menghafal Al-Qur’an yang telah kita sebutkan di atas, insya Allah dengan pertolongan-Nya akan dapat membantu kita dalam menghafal kalamullah. Amien (selesai)




Oleh Oleh dari Jakarta Motor Show (JMS) 2008

Sabtu, 6 desember 2008, selepas dzuhur saya dan teman saya menyambangi ajang pameran motor terbesar nasional Jakarta Motorcycle Show (JMS) 2008 yang dibuka pada hari itu di JCC. Acara yang digelar dari mulai tanggal 6-14 Desember 2008 ini diikuti oleh hampir semua agen tunggal pemegang merek dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia seperti Honda, Yamaha, suzuki, Kawasaki, Kanzen, dan tak ketinggalan Bajaj.

Dengan membeli HTM Rp.20000 rupiah kita bisa menikmati berbagai model motor terbaru sampai motor konsep yang ditampilkan oleh exibitor, dari motor bebek biasa puluhan cc sampai motor gede ribuan cc, plus senyuman manis dari para SPG(Sales Promotion Girl) tentunya :p.



Dengan tiket masuk itu juga kita bisa memasuki lapangan tesdrive untuk mecoba beberapa motor seperi Bajaj dan Honda, juga menikmati panggung hiburan yang diselenggarakan oleh Yamaha ditambah sebotol coca-cola gratis :).

ASIMO menyapa anak indonesia

Menjelang jam 2 siang, di stand Honda Motor Indonesia berjejal anak-anak kecil sambil memegang bendera putih bertuliskan "ASIMO temanku" karena tepat jam 2 siang akan ada pertunjukan dari si robot pintar buatan Honda, ASIMO. Wah .. boleh juga tuh, baru kali ini juga saya melihat ASIMO secara langsung :p.


pak , kita dibayar berapa buat ngacung-ngacungin bendera nih?

Setelah ditunggu sekian lama, tiba tiba penonton dibuat terkejut sekaligus takjub dengan penampilan para penari berpakaian merah seksi diatas panggung sebagai pembuka sebelum sang robot menampilkan dirinya. Para "pria dewasa" mungkin senang dengan pertunjukkan tersebut, tapi bagaimana dengan anak-anak sebagi penonton utama? Saya cuma menebak-nebak, apa kira-kira yang dipirkirkan anak-anak tersebut ketika melihat kakak-kakak cantik nan seksi berjingkrak-jingkarak diatas panggung :p.


ayo adek adek ikuti gerakan kakak.. satu.. dua

Setelah pembukaan tersebut, muncul ASIMO didahului oleh dara cantik yang membawakan acara. Robot mungil itu memang lucu, bisa berjalan, berjabat tangan, lari, bahkan menari. Untuk beberapa saat ASIMO memang cukup menarik untuk diambil gambarnya, tapi lama-kelamaan ada yang lebih menarik untuk di foto, yaitu sang kakak pembawa acara :)).


asimo dan kakak pembawa acara :)


mendingan moto yang ini dari pada moto asimo :p

*update:

Buat yang penasaran siapakah gerangan kakak yang bareng ASIMO tersebut, dia adalah Sasha Lauder (20 th) . Gadis keturunan Jawa (ibu) dan Skotlandia (ayah) yang pernah menyabet gelar Miss Indonesian International Motor Show 2006 ini sekarang sedang mengambil S1 di Prasetya Mulya Business School .Want to see more about her, let's rock here . (Udah ... jangan penasaran lagi, sambangi aja langsung .. wekekek :p)

Ada Farhan di Suzuki

Setelah penampilan ASIMO di panggung Honda selesai, acara beralih ke panggung Suzuki. Dipanggungnya, Suzuki menampilkan beberapa motor andalannya dan motor paling anyarnya. Dengan dipandu representative Suzuki, Farhan, acara tanya jawab, bagi bagi hadiah berlangsung kocak.


Om Farhan nguanntuk..

Setelah itu .. nyanyi nyanyi, saya gak tahu siapa yang nyanyi :p


tralala..trilili senangnya hatiku.. kira kira begitu lagunya


Jorge Lorenso manggung di Yamaha

Dibandingkan dua pertunjukan sebelumnya, pertunjukan di stand Yamaha mungkin yang paling seru dan paling ramai. Pasalnya, Yamaha menampilkan 2 juara MotoGP, Doni Tata sebagai representative Indonesia di MotoGP dan Jorge Lorenzo, sang juara dunia MotoGP. Tak urung kebanyakan dari para penonton yang berteriak-teriak histeris (halah.. berlebihan :p) adalah para penggila MotoGP. Panggung yamaha dibuka oleh dua pembawa acara (entah siapa).


halo..halo, kok bunyinya halo-halo ya?

Kemudian panggung diramaikan oleh para penari perempuan berpakaian seksi nan menggoda, yang berjingkrak jingkrak layaknya orang kesetanan. Entah mengapa setiap pembukaan acara otomotive kok selalu ada perempuan kayak gini (tanya ken-apa ?).


tubuhku seksi itu terbukti..dari caramu..memandang diriku.. ah.. ah..

Setelah itu baru muncul Doni Tata kemudian disusul Jorge Lorenzo yang dielu-elukan oleh para penonton (Gila lu..gila luuu... ups :p).


Doni Tata mau nelen Microphone

Lorenzo bergaya seleb(or)

Yang membuat saya salut pada kedua pembalap ini adalah usianya yang masih belia. Doni Tata, usianya menginjak 17 tahun. Sedangkan pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, baru berusia 21 tahun. Keren kan (ah...peduli amat). Setelah tatap muka dan ngobrol sebentar plus acara bagi bagi tanda tangan, acara diakhiri dengan foto bersama Lorenzo dengan para gegede Yamaha Indonesia.


poto-poto sambil ketawa ketiwi


Capture Beauty

Satu hal yang menarik diacara Motor Show, selain dari dipamerkannya beragam jenis motor terbaru, adalah para gadis promo (SPG) yang menghangatkan dan meramaikan suasana pameran. Berikut ini adalah hasil jepretan langsung yang menggambarkan kecantikan Indonesia dari JMS 2008 khusus untuk anda (halah ... :p)





*sekian laporan pandangan mata dari JMS 2008 dan terima kasih


Maryamah Karpov "Dimanfaatkan" Andrea Hirata

Ternyata bukan hanya Roxana yang merasa dibohongin oleh Andrea Hirata karena mengaku masih bujang. Seandainya Maryamah Karpov merupakan tokoh nyata, dia pasti merasa dibohongi dan merasa "dimanfaatkan" oleh Andrea.





Sabtu lalu, ketika pulang ke Bandung tanggal 29 november 2008, saya menyempatkan mampir ke toko buku Gramedia di Jalan Merdeka Bandung. Di etalasenya saya melihat buku keluaran paling anyar berjudul Maryamah Karpov yang tak lain dan tak bukan merupakan buku keempat dari tetralogi Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata. Paling anyar karena pada hari itu adalah hari pertama peluncuran buku itu ke pasaran setelah sehari sebelumnya, 28 November 2008, launching buku itu dilakukan penulis. Saya sudah punya 3 buku sebelumnya sehingga buku pamungkasnya ini "wajib" dimiliki juga, setelah lama ditunggu-tunggu tentunya. Harganya Rp 79000 rupiah, lumayan buat buku setebal 500 halaman. Tapi saya ngga jadi beli. Saya langsung berangkat ke Salman, trus mampir di toko bukunya Kang Irfan di pojokan belakang Salman. Setelah pilih pilih beberapa buku tiba-tiba datang kiriman buku Maryamah Karpov, langsung saja saya tumpuk dengan buku lain yang mau saya beli. Setelah diskon harganya Rp 60000 rupiah, beda 19000 dengan harga di Gramedia. Lumayan buat makan siang :p. Buku itu baru sempat saya baca hari minggunya. Karena bobotnya ga terlalu berat, Sekali baca bisa langsung tamat. Dipikir pikir sudah lama juga saya tidak menamatkan membaca buku dalam sekali waktu.

Judulnya Maryamah Karpov. Awalnya saya mengira ceritanya adalah tentang gadis pemain biola yang pernah dikisahkan penulis pada buku keduanya, Sang Pemimpi, tapi selama saya membaca buku itu nama yang menjadi judul buku ini hanya beberapa kali disebut (dua atau tiga kali). Isinyapun tidak mengisahkan tentang Maryamah Karpov sama sekali. Inti cerita dari buku itu hanya mengisahkan perjuangan Ikal (sang tokoh utama) untuk mencari cinta pertamanya yang bernama A Ling sampai ke Batuan (pulau kecil dekat singapura) yang dikuasai oleh perompak Malaka yang kejam yang bernama Tambok. Tak ada hubungannya sama sekali dengan Maryamah Karpov, kecuali hanya satu kalimat bahwa perempuan tersebut disebut Maryamah Karpov karena kemahirannya mengajarkan permainan catur dengan langkah-langkah Karpov sang Grand Master Catur Dunia.Selanjutnya ia menyinggung sedikit tentang anak cik Maryamah, Nurmi, pada saat gadis pemain biola tersebut mengajarkan Ikal bermain biola di sela-sela perkerjaannya membuat perahu untuk pergi ke Batuan mencari kekasihnya.

Jadi kenapa harus berjudul Maryamah Karpov?

Bukankah ini penipuan terhadap pembaca buku?

Seandainya Maryamah Karpov merupakan tokoh nyata, dia bisa saja menggugat Andrea Hirata ke pengadilan tinggi karena telah memanfaatkan namanya, sebagaimana Roxana menggugat mantan suaminya itu.[]

update:

Ketidakterkaitan antara judul dan isi buku ini ternyata menggugah H Tanzil, sang resensor buku untuk mengkorfirmasi perihal ini langsung kepada Andrea Hirata, dan berikut ini adalah konfirmasi dari Andrea yang dikutip langsung dari blognya:

Dalam perbincangan telponnya, Andrea menegaskan bahwa Maryamah Karpov memang dibuat menjadi dua jilid. Jilid pertama yang sekarang telah terbit memang tak banyak membicarakan Maryamah Karpov karena di jilid ini Andrea bermaksud membangun karakter tokoh-tokoh yang kelak akan dimatangkan di jilid keduanya. Dan di jilid keduanyalah Maryamah Karpov akan banyak berperan.

Namun sangat disayangkan, dengan tegas Andrea menyatakan bahwa hingga saat ini jilid 2 Maryamah Karpov tidak akan diterbitkan !. Andrea mengungkapkan bahwa ada berbagai pertimbangan yang menyebabkan ia terpaksa menolak untuk menerbitkan Maryamah Karpov jilid 2 dan memilih ‘menghilang’ sementara dari dunia kepenulisan. Pertimbangan apa? Daripada saya salah mengutip pernyataan Andrea yang disampaikan pada saya lewat telpon, biarlah Andrea atau Renjana Organizer sendiri yang akan menjelaskannya pada publik kelak karena pembaca Tetralogi Laskar Pelangi butuh penjelasan yang tuntas dari penulis mengenai tidak tuntasnya novel pamungkas ini.


Yang pasti kalau ternyata Andrea benar benar tidak akan menerbitkan buku Maryamah Karpov jilid 2 nya, berarti ia telah berdusta kepada pembaca karena ketidak sesuaian antara judul dan isi pada buku pertamanya. Di sisi lain ia telah berdosa di ranah sastra karena tidak menuntaskan karya yang telah dimulai dan dilempar kepada publik penikmat sastra.

Yah.. kita tunggu saja nanti.

Sandra Dewi Siapanya Jet Li ?

Setiap kali melihat Sandra Dewi di TV, otak ini langsung mengasosiaikan dengan seseorang yang lain yang sering saya lihat atau mungkin pernah saya kenal tapi tidak tahu siapa. Dengan kata lain ketika melihat wajah Sandra Dewi , gambaran wajah dan ekspresinya seolah olah dibawa ke alam bawah sadar, dan di alam bawah sadar ini gambaran itu diasosiasikan dengan ingatan atau pengalaman masa lalu yang telah tersimpan sebelumnya. Mungkin hal ini sering kita alami ketika kita bertemu seseorang yang baru kita kenal tetapi wajahnya sangat familiar bagi kita, seolah-olah pernah bertemu sebelumnya. Seperti itulah kira-kira.

Akhirnya setelah usut punya usut dan melalui serangkaian tahap asosiasi yang tak disengaja, kok kayaknya Sandra Dewi itu mirip aktor laga Jet Li :)). ya Jet Li ! aktor wushu Mandarin yang aksinya nan memukau.

Mungkin Jet Li tak secantik Sandra Dewi, Sandra Dewi pun tak se ganteng Jet Li. Mungkin Jet Li tak se-feminim Sandra Dewi (kalo feminim Ryan dong :p), dan Sandra Dewi tak sejantan Jet Li. Tapi kalau diamati dari raut wajah dan ekspresinya, apalagi kalo lagi tersenyum atau tertawa, mereka "kayaknya" mirip ^^!. Lihat foto di bawah ini, selanjutnya terserah anda ... mau setuju atau tidak (gak mekso bos :) )






Bagi yang gak lihat sama sekali kemiripannya, gak usah dipikirin dimana miripnya, dalam hidup ini masih banyak yang harus dipikirkan :p




*dalam diam melamunkan TREC (Tracking Radar Echo by Correlation), DITREC (Difference Image-based Tracking Radar Echo by Correlations), COTREC (Continuity of Tracking Radar Echo by Correlations)

Hunting Foto Hantu, Mau?

Ternyata untuk mendapatkan foto "penampakan", tidak diperlukan kamera DSLR yang mahal. Beberapa hari yang lalu adik saya mengambil foto di sebuah rumah sakit di jalan Cimbeuleuit Bandung. foto itu diambil sekitar jam 9 malam dengan menggunakan kamera digital Kodak Easyshare C643, kamera digital pertama saya yang sekarang diwariskan kepadanya :). Tanpa diduga dan tanpa di sangka, pada foto itu terlihat "penampakan" berupa sesosok perempuan berbaju putih dan berambut panjang, seperti "penampakan" pada umumnya :p . Berikut ini adalah foto yang dimaksud (klik untuk memperbesar) ...


Katanya, ada dua "penampakan" yang terlihat pada foto tersebut, pertama penampakan wanita berambut panjang tadi (sebelah kiri), dan yang kedua adalah sebuah kepala yang terlihat diantara sela-sela kaki orang yang difoto di atas padahal pada saat di foto tidak ada seorangpun dibelakang orang yang difoto. Untuk melihat penampakan kedua diperlukan perbesaran maksimum diantara sela-sela kaki orang yang difoto. Mengenai detail proses pengambilan foto dan lokasi pengambilan foto di atas bisa dibaca di sini.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah mengapa penampakan tersebut bisa terlihat dengan menggunakan kamera tapi tidak terlihat dengan mata telanjang, apakah karena perbedaan frekuensi? halah, but who knows? :p

Pertanyaan saya berikutnya adalah bagaimana bila foto tersebut diambil dengan kamera DSLR, apakah penampakan tersebut akan tetap muncul, atau malah si hantu berpose karena merasa sebagai foto model :)).

Ada yang tertarik untuk hunting foto "penampakan" :) ?
tinggal tentukan saja waktu dan tempatnya :p

Copyright © 2008 - My Lo(v/n)ely Journey - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template