Melali* Ke Bali

Setelah seharian mengerjakan proyek di Chevron, Gunung Salak dengan kondisi alamnya yang masih sangat alami bahkan terkesan liar karena kadang masih ditemui macan hilir mudik, secara terletak di lereng gunung salak yang sekaligus tempat perusahaan air minum raksasa Aqua mendulang sumber mata air minumnya. Disambung dengan 4 hari -hampir- empat malam ngerjain proyek di kawasan industri Cikarang yang gersang, tapi kawasan industri MM2100 nya keren abis bos, kayak di luar negeri. Akhirnya, sehari setelah itu, semua keletihan ini "harus" diakhiri dengan berlibur di pulau dewata, Bali, selama 3 hari 3 malam. Semua keletihan terbayar sudah :)

Kamis 22 November 2007 perusahaan kami mengadakan Family Gathering (FamGat) tahunan di pulau dewata tepat beberapa minggu sebelum diadakannya Konfrensi internasional tentang perubahan iklim di pulau ini. Ini kedua kalinya perusahaan mengadakan FamGat di pulau seribu upacara tersebut, tetapi pertamakalinya bagi saya menginjakkan kaki di pulau yang namanya lebih terkenal daripada Indonesia itu :). Berangkat dari bandar udara Soekarno-Hatta sekitar pukul 16.07 WIB dengan menumpangi pesawat Mandala Air Class A. Terus terang ini penerbangan pertama sekaligus terbaik bagi saya. Dengan 'seat' kelas A plus pesawat yang masih tampak baru, setidaknya ketika melihat bagian dalam pesawat yang masih mulus layaknya baru keluar dari fabrikasi. Dan ternyata memang benar pesawat itu baru keluar pabriknya, dan kami adalah orang kedua yang menggunakan pesawat baru itu! Yang pertama adalah rombongan kami yang berangkat siang hari, bahkan pada saat itu sang pilot masih membuka-buka buku manual pesawat baru tersebut :)).Perjalanan Jakarta-Bali ditempuh sekitar 1.5 jam. Dari Jakarta pukul 16.07, sampai di Bali sekitar pukul 17.30 WIB atau sekitar pukul 18.30 waktu Bali karena perbedaan waktu antara jakarta-Bali sekitar satu jam. Karena perbedaan waktu ini kami sempat menikmati sunset yang indah di atas pesawat. Sesampainya di bandara I gusti ngurahrai, Bali, kami disambut oleh rangkaian bunga kemboja yang dikalungkan oleh para gadis Bali (ceile... X)) ) dari pihak Alia Travel and Tour, Tour guide yang akan memandu kami selama di Bali. Bagi masyarakat Bali bunga kamboja atau semboja merupakan bunga selamat datang yang biasanya dikalungkan di leher atau di selipkan di telinga untuk menyambut tamu, sedangkan di jakarta dan jawa bungan tersebut adalah bunga orang mati karena biasanya ditanam didaerah pekuburan. Setelah sambutan singkat itu kami langsung berangkat ke Jimbaran , tempat yang dulu menjadi sasaran peledakan bom, untuk santap malam dengan menu utama sea food. Sesampainya di Jimbaran kami disambut oleh aroma ikan bakar yang menyengat, secara hampir semua restoran di Jimbaran menyajikan menu utama seafood. Setelah mencari tempat tepat di bibir pantai seraya menikmati hembusan angin laut dan deburan ombak, tak beberapa lama kemudian satu piring besar seafood untuk setiap orang yang terdiri dari ikan, lobster, kepiting, kerang, dan lain sebagainya dihidangkan dimeja. Pertama kali mencicipi terasa nikmat, tapi karena saking banyaknya, lama-kelamaan enek juga. Akhirnya santap malam itu berakhir dengan perihnya lambung ini karena lobster. Saking semangatnya makan, saya sampai lupa bahwa akhir-akhir ini saya memiliki masalah dengan yang namanya udang-udangan, dari mulai surat udangan (undangan cing) sampai udang di Balik batu, setiap kali makan yang namanya udang lambung ini langsung melilit. Usai santap malam kami menuju Sahid hotel, hotel bintang 4 yang letaknya tepat di depan bibir pantai Kuta, tempat yang akan kami tinggali selama ada di Bali. Lokasinya cukup strategis, selain berhadapan langsung dengan pantai kuta, juga dekat dengan Legian (Lokasi bom Bali yang bersejarah) pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat dugem di sekitar pantai Kuta.Sesampainya di hotel saya langsung menuju tempat tidur setelah sebelumnya mengunyah sebutir promag untuk menetlarisir pengaruh sang udang, dan berharap esok pagi sudah sehat kembali untuk menikmati perjalanan di pulau impian ini :).



pantai kuta di pagi hari

Jumat 23 November 2007, setelah sarapan pagi di hotel rencananya kami akan mengunjungi pure Besakih, pure terbesar yang ada di Bali kemudian disambung dengan mengunjungi Bird Park, taman burung yang menampung berbagai jenis burung yang ada di indonesia. Akan tetapi rencana tersebut berubah, karena kami yang sebagian umat muslim harus menunaikan shalat jumat diperjalanan, jadinya kami akan mengunjungi Bird Park terlebih dahulu yang jarak tempuhnya kira-kira 1.5 jam dari hotel kemudian disambung ke pure Besakih sekitar 60 km dari Denpasar, ditengah perjalanan ke pure Besakih kami akan melakukan shalat jumat disalah satu mesjid yang dilalui bis. Setelah melalui 1.5 jam menuju Bird Park yang kebanyakan diisi dengan tidur :p sampai juga kami di dunia burungnya orang Bali, tepat di depannya terletak rumah reptil tempat memajang berbagai jenis reptil. Begitu masuk ke Bird Park kami disambut oleh semprotan cairan anti flu burung yang disemprotkan oleh seorang petugas di pintu gerbang. Entah efektif atau hanya formalitas belaka, yang pasti petugas tersebut asal saja menyemprotkan cairan anti flu burung tersebut,padahal seharusnya cairan itu disemprotan pada dua telapak tangan dan kaki pengunjung yang masuk ke Bird Park. Begitu memasuki kawasan Bird Park yang pertama kali terlihat adalah burung nuri yang dibiarkan bebas bertengger di datang pohon kering dengan warna bulunya yang indah warna warni dan menggoda setiap orang yang masuk untuk mengambl gambarnya. Di Bird Park ini bertebaran berbagai jenis burung dari berbagai wiayah di indonesia. Beberapa burung di biarkan di alam bebas tanpa kurungan seperti burung nuri yang pertama kali dijumpai, flaminggo dan lain sebagaianya, sebagian lagi di kurung berdasarkan daerah asal si burung. Ada pengalaman menarik tentang burung flaminggo dalam kehidupan masa kecil saya, semenjak kecil saya hanya sempat melihat burung ini dari buku abjad tentang binatang, huruf "F" diwakili oleh burung Flaminggo, burung berwarna merah muda dengan kaki yang panjang dan biasanya mengangkat salah satu kakinya, sehinga ketika main tebak-tebakan tentang nama hewan yang di mulai dengan huruf F(Huruf awal yang cukup jarang dan sulit untuk nama binatang), saya selalu bisa menjawab dengan burung Flamingo! Lucunya saya belum pernah melihat secara langsung burung tersebut sampai ketika saya ada di Bird Park ini. Di tempat lain ada beberapa burung nuri dengan warnanya yang indah yang dikhususkan untuk foto bersama, ada fotografer yang dikhususkan di sana bagi orang orang yang ingin berfoto bersama dengan burung, cukup dengan membayar Rp50.000 kita bisa berfoto bersama burung dengan dan langsung mendapatkan print outnya atau disablon ke sebuah kaos. Atau kalau kita membawa kamera sendiri kita bisa berfoto dengan burung tersebut secara gratis.Sekitar jam 10 pagi diadakan atraksi burung di lapangan di lokasi Bird Park, berbagai jenis burung di tampilkan di sana dari mulai burung rangkok dengan paruhnya yang besar, burung nuri, hingga bebek yang sebenarnya termasuk jenis unggas, bukan burung. Awalnya saya mengira atraksi yang akan ditampilkan disana seperti atraksi burung yang ada di ancol, tapi ternyata tidak demikian. Burung dalam atraksi itu hanya terbang kesana kemari sesuai dengan perintah sang pawang.Bagi yang merasa lapar dan haus atau ingin membeli cindera mata dari Bird Park, tersedia restoran dan toko souvenir di dalam area Bird Park.
burung di bird park

Usai kunjungan ke Bird Park, perjalanan dilanjutkan sesuai rencana yaitu ke pure Besakih. Di tengah perjalanan, bagi kami yang sebagian umat muslim menunaikan shalat jumat di masjid yang di lalui jalur bis. Ketika sampai di masjid, waktu sudah menunjukkan pukul 12.20 waktu Bali, dan khotib jumat hampir menyudahi khutbahnya. Setelah menunaikan shalat jumat dan menjama shalat ashar perjalanan di lanjutkan kembali. Jalur yang ditempuh untuk menuju ke pure terbesar di Bali ini melalui area pegunungan yang disebut Bukit Jambul dengan pemandangan alam pegunungannya yang asri. Sesekali terlihat beberapa "ikan duyung" yang sedang mandi di sungai. Ikan duyung, itulah yang dikatakan oleh pemandu kami mengenai masyarakat Bali yang masih biasa mandi di sungai sungai tanpa sehelai kainpun, baik lelaki maupun perempuan. Sayangnya yang kami temui di jalan kebanyakan adalah "ikan duyung" laki-laki :d, malah ada diantaranya yang langsung berpose sewaktu kami tonton (hoek). Di area sekitar Bukit Jambul, kami berhenti sejenak untuk santap siang di salah satu restoran. Pemandangan dari tempat ini sangat indah, di halaman depan dan samping restoran kami dapat menatap ke sekeliling yang berupa lembah dan pegunungan Bukit Jambul.


pemandangan di area sekitar bukit jambul

Setelah santap siang yang diakhiri dengan kembungnya lambung ini kembali. Saya tidak tahu apa yang menyebabkannya, kemungkinan besar ada diantara makanan tersebut yang mengandung udang-udangan yang tidak saya sadari. Akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan membawa rasa melilit di lambung. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam kami tiba di pure Besakih. Bis yang kami tumpangi tidak bisa mengantarkan kami sampai di depan pure Besakih. Bis harus diparkir di area parkir yang jaraknya kira-kira 700 m dari pure Besakih. Perjalanan selanjutnya dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau naik ojek yang sudah "mangkal" di sekitar area parkir kendaraan. Akhirnya sebagian besar dari kami memutuskan untuk naik ojek sampai ke depan pure. Sepanjang jalan antara pelataran parkir dan pure Besakih berjejer toko-toko yang menawarkan berbagai cendramata dan kain tenun khas Bali. Setelah sampai di depan pure saya baru menyadari bahwa pure Besakih itu merupakan kompleks pure. Di dalamnya terdapat pure pure lainnya yang lebih kecil dengan namanya masin-masing, sedangkan pure Besakihnya sendiri terletak di ujung di tempat yang paling tinggi. Karena waktu itu sedang diadakan upacara di pure Besakih akhirnya kami harus puas berhenti sampai ujung tangga paling tinggi di pure itu tanpa bisa masuk ke dalam purenya. Waktu itu pure Besakih katanya sedang mengalami polemik sebagai cagar budaya. Dikatakan polemik karena secara kemegahannya pure ini memang layak di jadikan cagar budaya, akan tetapi disisi lain masyarakat Bali banyak yang menolak pengukuhan tersebut karena khawatir kalau-kalau dengan pengukuhan ini akses masyarakat Bali untuk beribadah ke pure terbesar ini jadi terbatasi. Ada satu hal yang agak mengganggu di pure ini. Banyak anak-anak yang berkeliaran di pure ini sambil membawa bunga yang kalau kita tidak hati-hati anak-anak itu akan menyelipkannya di tangan kita, dan ini berarti kita harus memberikan uang kepada mereka. Memang jumlah yang mereka minta tidak seberapa,akan tetapi jika terus menerus ada juga perasaan teranggu di hati ini. Usai berkeliling kompleks pure dan mengambil beberapa gambar dengan kamera digital rencananya kami akan langsung kembali ke Denpasar dan santap malam di Planet Hollywood. Akan tetapi karena waktu itu masih agak sore, diperjalanan kami menyempatkan diri mampir ke tempat oleh oleh jajanan khas bali, Maha Dewi, dan membeli beberapa jajanan khas Bali untuk oleh oleh ke Jakarta kelak. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Planet Hollywood untuk santap malam dengan diiringi oleh Live Music dan diakhiri dengan kembali ke hotel yang terletak tidak terlalu jauh darinya.

Esok harinya tour dilanjutkan ke pantai Tanjung Benoa, tempat berbagai macam permainan air, di Nusa Dua tempat yang sekarang di jadikan tempat UN Climate Change Conference 2007. Disana sini terlihat pembenahan yang dilakukan untuk mempersiapkan konfrensi ini, bahkan hampir semua hotel bintang 5 dan bintang 4 di Nusa Dua sudah di booking semuanya untuk keperluan konfrensi internasional itu. Sesampainya dilokasi kami langsung di suguhi daftar menu yang isinya permainan-permainan air yang tersedia, dari mulai bana boat, jetsky, flying fish, hingga diving. Secara semua permainan di disana pembayarannya ditanggung oleh kantor, dengan senang hati saya memilih untuk berdiving ria. Diving selama satu jam kala itu kalau tak salah sekitar 300 ribu perorang plus foto dan video dokumentasi. Setelah brifing dan pengenalan alat sebentar kami langsung menuju laut untuk berdiving ria. Kesan pertama berdiving "WoW!", it's my first experience !. Sesaat setelah masuk ke dalam air nafas masih tidak teratur, gelembung-gelembung oksigen keluar besar-besar. Telinga terasa sakit karena tekanan di dalam air, tapi saya segera ingat pesan sang pemandu bahwa kalau telinga terasa sakit, cukup tutp hidung dan meniup sekeras-kerasnya lewat hidung sehingga ada tekanan balik ke telinga, dan ternyata ya, it's work dude! Lama kelamaan saya sudah mulai terbiasa dan bisa menikmati keindahan bawah laut, keindahan terumbu karang, meskipun sebagian sudah rusak tapi masih dapat dinikmati, beserta seliweran hilir-mudik ikan ikan laut yang berwarna-warni. Tapi anehnya, meskipun ini pengalaman pertama, tak ada rasa takut atau was-was sedikitpun di hati ini, laut sepertinya sangat bersahabat sekali, tidak ada rasa takut tenggelam atau apapun juga padahal kemampuan berenang saya pas pasan (pas gerak-pas tenggelam, wakakak). Ada satu hal tentang diving ini yang mesti diingat oleh yang mau berdiving, Jangan berdiving jika pada hari itu akan naik pesawat! Karena, katanya, oksigen yang digunakan untuk diving itu adalah oksigen murni yang dapat mengembang bahkan pecah jika ada perbedaan tekanan. Kebayangkan kalo setelah diving kita naik pesawat terbang, bisa bisa paru-paru kita meledak diudara :p. Makanya jika kita akan berdiving ria biasanya kita ditanya terlebih dahulu apakah pada hari itu kita akan naik pesawat atau tidak.




pemandangan disekitar pantai tanjung benoa

Setelah kira kira satu jam dan setelah mengalami keram kaki di bawah laut, kami naik kembali ke permukaan. Puas sudah. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, karena masih ada sisa waktu untuk bersenang senang, saya memutuskan untuk berjalan-jalan ke pulau penyu dengan perahu motor. Pulau tempat penangkaran penyu, dan beberapa hewan lainnya, pulau yang indah, jauh dari keramaian, dan menurut saya scenarynya sangat bagus untuk fotografi. Di pulau ini kita dapat berfoto dengan penyu, ular, dan beberapa hewan lainnya, cukup mengasyikan.



pemandangan pulau penyu dari kejauhan




scenary di sekitar pulau penyu


Setelah dari pulau penyu, kami kembali ke tanjung benoa untuk santap siang disana. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Joger, toko pakaian dengan pabrik kata-katanya yang tersohor, untuk berburu pakaian "jeleknya" Joger karenan kata Joger "Pakaian yang di jual adalah pakaian jelek soalnya yang bagus di pakai sendiri, tapi bagus kata saya belum tentu bagus buat anda, dan jelek buat saya belum tentu jelek buat anda". Sesampainya di joger kami disambut dengan salam khas Joger "Good Morning, Selamat Pagi!", padahal waktu itu sudah sore. Kalau anda tanyakan ke Joger tentang salam itu, Joger hanya menjawab "Dimanapun, kapanpun, mau pagi, siang, atau sore, yang namanya 'Good Morning' itu kalau di terjemahkan ya 'Selamat Pagi'!" heheu .. aya-aya wae :). Setelah berburu kaus joger kami beranjak ke Jimbaran untuk berburu sunset, sekaligus makan malam dengan seafood lagi. Tapi berhubung saya kapok dengan yang namanya sea food yang selalu ada lobsternya, untuk makan malam ini saya minta perkecualian dengan makanan non seafood. Sesampainya di Jimbaran matahari sudah hampir tenggelam, tetapi sebelum "nyungseb" beneran saya sempat mengambil beberapa potret dirinya :)).



sunset di Jimbaran


Sesudah kenyang, kami langsung kembali ke hotel dan segera tidur karena esoknya pagi-pagi sekali sekitar jam 7 pagi kami harus checkout dari hotel kemudian menuju ke pasar Sokawati, terus ke Bali Classic center (BCC), dan langsung ke bandara I Gusti Ngurahrai untuk kembali ke Jakarta.

Keesokan harinya tak ada yang benar-benar menarik selain berbelanja cindramata untuk oleh oleh, terus makan siang dan melihat pertunjukkan tari bali di BCC, plus dua buah pisau lipat saya di tahan dibandara gara-gara lupa dimasukan ke dalam koper, padahal cukup buat menyandera pilot dan para pramugarinya yang cakep :d. Dan akhirnya, last but really last, cabut dari bali dengan lautnya yang biru kembali ke Jakarta dengan polusinya :)

Selamat tinggal Bali ... Senang sekali bisa mengambil potret dirimu ...
Nice to meet you ...see you again :))



*pelesiran/jalan-jalan

Make Your Sketch

Ada beberapa teman yang bertanya kepada saya perihal gambar sketsa diri yang saya upload di friendster saya.




Bagaimana saya membuatnya? begitulah pertanyaannya. Apakah menggunakan pensil seperti yang dulu dilakukan "penggambar" jalanan di belakang gramedia Bandung, atau cukup "simsalabim" maka jadilah sketsa itu.

Dulu saya memang "agak" terampil untuk membuat sketsa wajah atau karikatur, tapi seiring dengan berjalannya waktu, karena tidak pernah di asah lagi, hilang sudah keterampilan itu, kecuali hanya sedikit yang tersisa :p. Dulu juga saya memang pernah belajar sulap, tapi tidak "simsalabim" terus "jadi".

Lalu .... "HoW?"
Gimana cara buatnya?

Seperti halnya sulap yang ternyata hanya trik semata, begitupun cara membuat sketsa tersebut, itu hanyalah trik ... trik yang di buat oleh ... Photoshop !!!

Photoshop? "how .. how ?"

Oke untuk menghilangkan rasa penasaran beberapa teman yang suka penasaran akan saya paparkan langkah demi langkah cara membuatnya. Perhatikan baik baik. Jangan berkedip. Jangan beranjak dari tempat duduk anda. Ini bukan sulap, bukan sihir.

1. Siapkan sebuah foto yang akan di jadikan sketsa. Usahakan foto berkualitas tinggi untuk mengurangi noise pada sketsa dan berbackground putih atau tanpa latar belakang . Disini saya menggunakan sebuah foto hasil karya Elisabetta Figus, anda dapat melihat hasil karyanya yang lain di http://m4rea.deviantart.com/.


2. Buka dengan photosop



3. Duplikat layer dengan cara klik kanan pada layer "Background" kemudian pilih "duplicate layer"
Kemudian buat layer hasil duplikasi tersebut menjadi grayscale dengan cara memilih pada menu bar : image>adjustment> desaturate



4. Duplikat layer yang telah dibuat grayscale seperti pada langkah ke tiga, klik kanan pada layer "Background copy" kemudian pilih "duplicate layer".
Inversi layer hasil duplikasi tersebut dengan cara memilih pada menu bar : image>adjustment> invert. Hasilnya akan seperti film foto dari kamera analog.



5. Ubah mode layer yang baru diinversi tadi menjadi Color Dodge (Lihat gambar)
Setelah mode layer tersebut diubah menjadi "Color Dodge", kamu mungkin akan langsung nyeletuk, "Lho gambarnya kemana?" karena tampilan dari layer tersebut akan menjadi putih semua . No problemo bro, memang seharusnya seperti itu :) (Untuk beberapa foto yang kualitasnnya jelek atau komposisinya terlalu kasar atau rame, layer tidak benar-benar putih).



6. Pilih pada menu bar : Filter > Blur > gaussian Blur.
Maka akan muncul dialog box dari Gaussian Blur. Geser properti radiusnya perlahan-lahan sampai terlihat garis-garis dasar yang akan kita jadikan dasar dari sketsa. Di sini saya mengambil nilai 4.2 pixel. Secara sketsa, hasil yang kita peroleh pada tahap ini sudah bisa dikatakan sketsa :).




7. Untuk memperhalus hasil sketsa yang kita buat, gunakan burn tool pada toolbar (lihat gambar). Terus gosokin deh di bagian-bagian yang mau diperhalus. Ini adalah bagian paling sulit, karena kita hanya mengandalkan perasaan dalam pengerjaannya. intinya "Use your feeling".





8. Setelah berpuluh puluh menit atau berjam-jam yang melelahkan :p , jika telaten dan feelingmu bagus maka hasil sketsa akan seperti ini, "VIOLA !!!" :)




keren kan ? just like the real sketch. Jadi ngga usah lagi pergi ke belakang gramedia Bandung, and nyuruh si pembuat sketsa untuk bikinin kita sketsa diri kita. Just make your sketch with your own self (halah !)

Sekarang ngga penasaran lagi kan :)
Semoga bermanfaat.

Find Something Interesting In The Small Thing

Siapa bilang untuk dapat menghasilkan foto yang "ciamik" kita harus pergi melanglang buana mencari pemandangan alam yang "wah".

Siapa bilang untuk dapat menghasilkan foto yang artistik kita harus melabrak batas-batas moral dan rambu-rambu agama dengan mengambil objek "toples" dengan pose yang "ah".

Siapa bilang untuk dapat menghasilkan foto yang mengundang decak kagum kita harus menunggu peristiwa atau event yang luar biasa.

Siapa bilang untuk dapat menghasilkan foto yang "ckckck" harus selalu menggunakan kamera yang "wow".

Keindahan tidak hanya di diperoleh dari hal-hal yang besar. Keindahan itu justru lebih banyak tersembunyi dalam hal-hal yang kecil. Sesuatu yang bernama kreativitaslah yang harus menggali keindahan itu dari segala sesuatu yang dianggap kecil.

Ada satu jenis fotografi, yang disebut Still Life Photography, yang cukup mengandalkan objek-objek disekitar kita (seperti meja, lampu, gelas, dan lain sebagainya) untuk dapat menghasilkan sebuah foto yang manis dengan tidak mengharuskan penggunaan kamera profesional plus tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Saya lebih senang menyebutnya minimalis fotografi, seni fotografi orang orang yang berdompet minimal :d.

Pada dasarnya, untuk menghasilkan sabuah karya Still Life yang menarik, sedikitnya ada 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu, komposisi, angle (sudut) pengambilan gambar, dan pencahayaan. Jika ke 3 syarat minimal ini dapat dipadukan dengan baik akan menghasilkan suatu foto yang "eye cathing". Ndak percaya? yoo wess.....

Berikut ini beberapa contoh foto experimental yg saya ambil dengan menggunakan kamera digital biasa kodak easy share 643 , dengan objek yang biasa biasa saja:


1

Objek: Sebuah gelas biasa, air putih secukupnya, sebuah garpu, sebuah sendok
Background: Kertas hvs putih biasa
Lighting: Lampu meja biasa







2

Objek: Sebuah kalender meja, dua buah batu baterai, sebuah kacamata
Background: Kertas hvs putih biasa
Lighting: Lampu meja biasa




3

Objek: Sebuah botol aqua, sebuah gelas biasa
Background: Kertas hvs putih biasa
Lighting: Lampu meja biasa



4

Objek: Sebuah buku, sebuah note book, sebuah kacamata
Background: Kertas hvs putih biasa
Lighting: Lampu meja biasa



sungguh sangat biasa bukan? :p
yang membuatnya luar biasa adalah kreativitas.

I LOvE U Mom, I LOvE U Dad





Puisi Untuk Si Kecil

Ratih Sanggarwati



Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

( Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004 )







bu .. pa .. mari melangkahkan kaki bersama

ke surga-Nya ...

GARIS GARIS BESAR PENYELAMATAN BANGSA (GBPB)

Akhir minggu kemarin, ketika membereskan kertas-kertas bekas kuliah "dulu", secara tidak sengaja saya menemukan secarik kertas dengan tulisan tanganku sendiri dengan judul GARIS GARIS BESAR PENYELAMATAN BANGSA. Usut punya usut ternyata ini merupakan resume yang pernah saya buat dari sebuah bukunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), saya lupa judulnya, tentang strategi yang mereka tempuh untuk memperbaiki bangsa. Konon katanya, waktu itu hanya dua partai yang benar benar memiliki konsep dan strategi dalam membangun bangsa, yg pertama Partai Golongan Karya (Golkar) dan yang kedua PKS.

Resume buku tersebut saya buat sebagai buah rasa penasaran saya terhadap konsep islam mengenai pembenahan bangsa, dan saya melihat PKS sebagai salah satu partai yang mengaku sebagai partai islam. Di sisi lain memang hanya partai inilah yang mempublikasikan konsep perjuangannya dalam sebuah buku yang dapat dibeli ditoko-toko buku. Setelah saya baca lagi secara keseluruhan resume itu, terlihat bahwa mereka menganalisis keterpurukan bangsa ini berdasarkan alquran dan assunnah, ini sangat menarik bagi kami yang beragama islam terlepas berbau politik praktis ataupun tidak. Secara konsep memang cukup masuk akal, akan tetapi pelaksanaanya tidak semudah itu. Berikut adalah resume tersebut :

GARIS GARIS BESAR PENYELAMATAN BANGSA

Dasar Pijakan :

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. “ (Qs. An-Nuur [24] : 55)

- Time Line Penyelematan Bangsa
  • Azab atasa negeri à Karena melupakan nikmat dari Allah s.w.t (Qs.An-Nahl:112)
  • Azab Allah à Saling memangsa sesame manusia (Homo Homini Lupus) (Qs.Al-An’am : 65)
  • Manusia tidak pernah sadar sebagai kaum perusak (Qs.Ar-Ruum:41, Qs.Al-Baqarah:11-12)
  • Penguasa-penguasa zalim sebagai penyebab kerusakan (Qs. Al-An’am:123, Qs.Al-Israa:16)
  • Allah menghentikan kesewenang-wenangan mereka (Qs.Al-An’am:6)
  • Allah selalu memunculkan segolongan manusia yang secara konsisten melakukan amar m’rusf nahi munkar ( Qs.Al-Baqarah:251)
  • Azab Allah sebagai titik tolak perubahan (Qs.Al-An’am:44-45)
  • Penguasa yang zalim digantikan oleh penguasa yang akan mengembalikan kehidupan kepada kebaikan (Qs.Al-Hajj:41)
  • Kepemimpinan dipegang oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh (Qs.An Nuur:55, Qs. Al-Maidah:55-57)

- Langkah besar perbaikan dalam Qs.An-Nuur:55

  • Tamkin Ad-Diin : Mengokohkan kembali nilai-nilai spiritual dan ajaran agama sebagai orientasi dan pedoman kehidupan bangsa/ semua warga masyarakat. KArena agama dan syariat islam merupakan satu-satunya petunjuk yang menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat (Qs.Al-Baqarah:38-39)
  • Tabdil Al-Hayah : Melakukan perubahan total dan radikal terhadap berbagai aspek mendasar kehidupan kearah yang lebih baik. Prinsip perubahan tersebut meliputi:
    • o Isti’mar Al-Ardh : Memakmurkan kehidupan bumi (Qs.Al-Huud:61) meliputi pendayagunaan semua sumber daya yang Allah berikan (Qs.Al-Lukman:40) dengan menggunakan rasionalitas akal pikiran (Qs.Al Israa:70) dan sikap moral mental yang senantiasa mensyukuri semua nikmat yang didapat (Qs.Ibrahim:7) yang tercermin dalam solidaritas sosial dan tidak berlebihan dalam urusan materi ( Qs. Qs. Al Israa:26-27)
    • Adil (Qs. Al-Maidah:8)
  • Ri’ayah Al-Mashalih Al Ijtimaiyyah : Memelihara potensi kebaikan masyarakat. Bila potensi kebaikan tidak dipelihara akan muncul kerusakan yang tidak disadari ( Qs. Al-Hadid:28). Ri’ayah Al-Mashalih Al Ijtimaiyyah pada dasarnya merupakan sikap hidup seluruh penduduk negeri berdasarkan Qs. Al-Hajj:41.

Jika tiga langkah besar tersebut dilaksanakan à “iman dan Taqwa” à Realisasi janji Allah (Qs. Araf:96)

Peringatan bagi penduduk negeri à Qs. Al Araf:100

- Anatomi dasar-dasar permasalahan manusia merujuk pada hadits Rosulullah saw

“ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan putus asa, aku berlindung kepadamu dari rasa hina dan malas, aku berlindung kepadamu dari jiwa pengecut dan kikir, aku berlindung kepadamu dari jerat utang dan dominasi orang lain” (HR.Bukhari)

Tingkatan masalah menurut hadits di atas :
  1. Permasalahan bersifat psikologis dengan merajanya rasa cemas (anxiety) dan putus asa (despair)
  2. Permasalahan bersifat psikososiologis berupa sifat hina dan malas.
  3. Permasalahan bersifat sosioantropologis berupa jiwa pengecut dan kikir.
  4. Permasalahn bersifa ekonomis dan politis berupa jerat utang (debt trap) dan sominasi kekuatan asing (imprealism).

- Anatomi masalah nasional

Nine Ks : The Biggest National Problems :
  1. Korupsi dan penyalah gunaan kewenangan.
  2. Kemiskinan dan pengangguran
  3. Kebodohan (rendahnya mutu pendidikan)
  4. Kriminalitas dan kerawanan sosial
  5. Konflik dan kekerasan
  6. Keretakan nasional dan ancaman disintegrasi bangsa
  7. Ketergantungan pada dominasi asing
  8. Kelemahan kepemimpinan
  9. Kerusakan etika dan budaya
- Solusi Alternatif
  1. Memerangi korupsi sampai ke akar akarnya dengan cara:
    • Penmindakan hokum yang tegas tanpa pandang bulu
    • Pembenahan kelembagaan
    • Penyehatan lingkungan internasional
    • Pengawasan total masyarakat
    • Penegakan kepemimpinan dan nilai-nilai baru yang bersih
  2. Mengentaskan kemiskinan dan penganguran secara bertahap à pemberdayaan ekonomi rakyat
  3. Memberantas kebodohan dan keterbelakangan
  4. Menangani keriminalitas dan kerawanan sosial (meningkatkan kesejahteraan rakyat)
  5. Meredam konflik dan gejala kekerasan (mekanisme penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan)
  6. Mencegah terjadinya keretakan nasional dan aancaman disintegrasi bangsa dengan cara:
    • Membangun keseimbangan baru antara pusat dan dan daerah
    • Mengakomodasi dinamika hubunagn sipil dan militer
  7. Memutuskan ketergantungan kepada pihak asing dengan menjalankan Tri Sukses Pembangunan Nasional :
    • Kemandirian
    • Keadilan
    • Kesejahteraan
  8. Merevitalisasi sumber daya kepemimpinan nasional dan likal
  9. Memperbaharui etika dan budaya
Seven Ps : Common Agenda To Save The Country
  1. Penegakan hukum dan pemenuhan rasa keadilan
  2. Pemerataan kesejahteraan seiring dengan pemulihan ekonomi dan peningkatan pertumbuhan
  3. Perluasan pendidikan serta pembaharuan etika dan budaya
  4. Perekatan kembali (comentation) jiwa keumatan dan kebangsaan
  5. Penegakan kedaulatan bangsa
  6. Perlindungan harkat kemanusiaan
  7. Peran serta dalam menentukan wajah peradaban.

I Have A Dream

Setiap orang pasti pernah bermimpi.

Setiap orang pernah bermimpi dalam tidurnya. Bermimpi ketika diatas pembaringannya, bermimpi di ruang kuliah, atau bermimpi ketika menghadiri rapat yang menjemukan. Orang-orang menyebutnya bunga tidur karena mimpi itu indah layaknya bunga yang kagumi oleh para pecinta. Meskipun pada kenyataannya tidak semua mimpi intu indah, tetapi setiap orang pasti berharap sesuatu yang indah dalam mimpinya karena mereka tidak selalu mendapatkan yang indah dalam kehidupannya. Seorang yang miskin berharap agar bermimpi menjadi orang kaya, karena dikehidupannya ia miskin. Seorang yang kaya berharap menjadi orang yang bahagia dalam mimpinya karena pada kenyataannya harta yang dimilikinya tidak membawa kebahagiaan dalam hidupnya. Seorang pecinta berharap bersama dengan kekasihnya dalam mimpinya karena pada kenyataannya cintanya bertepuk sebelah tangan.

Setiap orang membutuhkan mimpi karena manusia dibelenggu oleh berbagai keterbatasan.
Setiap orang butuh mimpi karena tidak semua hal yang diinginkannya dapat terwujud di kehidupan nyata.
Setiap orang butuh mimpi karena pada dasarnya manusia itu lemah.

Maka tak aneh jika mimpi adalah komoditas yang paling laris dipasaran dunia. Novel Harry Potter menjadi buku Best Seller di di seluruh negara, karena novel ini menawarkan mimpi, menawarkan sesuatu yang sejatinya tidak kita miliki di kehidupan nyata, sihir, sapu terbang, teleportasi, dan segala yang memudahkan kehidupan manusia. Begitu juga dengan serial TV Heroes, ratingnya sangat tinggi, hampir semua orang menyukainya, tidak hanya dinegara asalnya akan tetapi disetiap negara, bahkan di negeri kita tercinta, DVD bajakannya pun laku keras. Mengapa bisa? Karena film ini menawarkan mimpi, mimpi tentang orang orang yang memiliki kekuatan super, orang yang bisa terbang, memiliki kemampuan telekinetik, membaca pikiran, menghentikan waktu, menghilang, dan sebagainya, yang terkadang pernah kita mimpikan dalam tidur kita.

Setiap orang pernah bermimpi. Akan tetapi tidak setiap orang memiliki mimpi.
Hanya sedikit dari orang-orang yang pernah bermimpi itu memiliki mimpi dalam kehidupannya. Orang miskin pernah bermimpi kaya, tapi dia tidak memiliki mimpi untuk menjadi kaya, makanya dia tetap miskin seumur hidup. Seorang karyawan pernah bermimpi menjadi CEO, tapi dia tidak memiliki mimpi untuk menjadi CEO, tak aneh kalau akhirnya ia pindah ke perusahaan lain dan tetap menjadi karyawan rendahan. Seorang mahasiswa pernah bermimpi lulus secepat mungkin dengan predikat cumlaude, akan tetapi ia tidak pernah memiliki mimpi untuk mendapatkannya, akhirnya ia hanya menjadi juru kunci dengan nilai pas-pasan.
Orang yang pernah bermimpi, mereka mendapatkan bunga tidur. Akan tetapi orang yang memiliki mimpi, sejatinya ia mendapatkan bunga kehidupan.

Dari yang sedikit itu, hanya sedikit yang memiliki mimpi mendapatkan mimpinya. Banyak orang miskin yang memiliki mimpi menjadi kaya, tapi dia tetap menjadi orang miskin. Banyak karyawan yang memiliki mimpi menjadi CEO, tapi sampai usia pensiun tetap menjadi kroco. Banyak mahasiswa yang bermimpi lulus cepat dengan predikat cumlaude, tapi yang didapat hanya DO. Mereka itu orang orang yang memiliki mimpi, tapi tidak pernah mau bergerak untuk mendapatkan mimpinya itu. Atau ia telah bergerak, tetapi ia berhenti ditengah jalan, menyerah, putus asa, dan tidak menyelesaikan perjuangannya. Seandainya Thomas Alfa Edison menyerah setelah percobaannya yang ke 999, niscaya kita akan hidup dalam kegelapan selamanya, karena pada percobaannya yang ke 1000 lah ia berhasil menemukan lampu pijar.
Orang yang memiliki mimpi harus bergerak untuk mencapai mimpinya. Tidak ada mimpi yang didapat dengan cuma-cuma. Langit tidak menurunkan hujan emas. Bahkan kita harus berjalan ketoko buku untuk bisa membaca novel "mimpi" Harry Potter dan menunggu berjan-jam untuk mendownload satu episode film seri"mimpi" heroes, atau berkeliling glodok untuk membeli DVD bajakannya. Apatah lagi kalau kita ingin mendapatkan mimpi-mimpi dalam kehidupan yang nyata.

Pada tahun 1963 ketika orang-orang Amerika masih menganut politik Apharteid, ada seorang Negro yang pernah memimpikan jika suatu hari tidak ada lagi diskriminasi antara ras kulit hitam dan kulit putih. Untuk merealisasikan mimpinya itu ia berjuang kemana-mana, ia mengumpulkan masa, ia berdemonstrasi secara damai, ia berorasi, ia berkhotbah di gereja, ia mencalonkan diri jadi presiden Amerika. Ia bergerak, terus bergerak, ia tempuh segala cara untuk merealisasikan mimpinya. Pantang bagi dirinya untuk menyerah walaupun hujatan, tekanan, intimidasi, ancaman setiap hari diterimanya ia tidak menyerah, ia terus bergerak. Walaupun rumahnya di bom oleh orang-orang yang tidak menyetujui gerakannya, dan anaknya di culik dan dibunuh, ia tidak menyerah, ia terus bergerak sampai akhirnya pada tahin 1968 ia ditembak dan mati terbunuh oleh orang-orang yang sama yang telah membom dan membunuh anak-anaknya. Ia mati, tetapi mimpinya telah menjadi mimpi semua kaum Negro Amerika dan orang kulit putih yang bersimpati terhadap gerakannya. Maka meskipun sang pemimpi telah pergi, di luar sana ada jutaan orang yang telah memiliki mimpinya, dan akan terus berjuang untuk merealisasikan mimpinya. Dan hasilnya kita lihat sekarang, di Amerika orang kulit hitam dan kulit putih hidup berdampingan dengan damai. Ya mimpinya telah terealisasi, ia telah mendapatkan mimpinya, dan jutaan orang telah memperoleh apa yang diimpikannya. Seandainya ia tidak bergerak, seandainya ia menyerah terhadap teror, sampai kapanpun mimpinya hanya tinggal mimpi belaka. Tapi ia tidakmenyarah, ia terus bergerak, dan karena mimpinya adalah mimpi orang banyak, mimpi para pencari keadilan, maka sampai sekarang dunia mengenang namanya, dan sejarah mencatat mimpinya. Sang Pemimpi itu bernama Martin Luther King. Mimpinya itu ia ungkapkan dalam orasinya didepan ribuan massa di Lincolin Memorial Park, Wahington DC pada tanggal 28 Agustus 1963 dan mimpinya kini menjadi menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan, dan menjadi bahan bacaan wajib di banyak sekolah bisnis terkenal di dunia. Bentuk audio aslinya pun banyak diperdagangkan, dan telah memberi inspirasi yang sangat besar dalam gerakan-gerakan pembaharuan di manca negara. Berikut adalah mimpi Sang Pemimpi itu yang saya kutip dari bukunya Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA : Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan dalam Pembaharuan (versi bahasa inggrisnya dapat di lihat di sini dan videonya di sini) :


I Have A Dream

Saya merasa bahagia bergabung bersama Anda hari ini, dengan apa yang akan terjadi dalam sejarah sebagai demonstrasi terbesar demi kebebasan dalam sejarah bangsa kita.
Limaratus tahun lalu, seorang Amerika yang hebat,yang bayangan simboliknya sekarang kita rasakan, menandatangani Proklamasi Emansipasi. Keputusan penting itu adalah lentera harapan bagi jutaan budak Negro yang masih terbakar dalam api ketidakadilan. Peristiwa itu dipandang sebagai sebuah sebuah kabar gembira yan mengakhir malam panjang mereka dalam tahanan.
Tetapi seratus tahun kemudian ternyata kaum Negro masih terkekang.
Seratus tahun kemudian, hidup seorang Negro masih menyedihkan, pincang karena belenggu pemisahan dan rantai diskriminasi.
Seratus tahun kemudian, Negro masih hidup di sebuah pulau kemiskinan ditengah-tengah luasnya lautan kemakmuran materi.
Seratus tahun kemudian, kaum Negro masih hidup merana di sudut-sudut kota Amerika dan menemukan dirinya hidup dalam penasingan di anahnya sendiri.
Jika kita hadir di sini untuk mendramatisasi kondisi yang memilukan. Ibaratnya kita datang ke ibu kota untuk mencairkan cek kita.
Ketika arsitek negeri republik ini menuliskan kata-kata indah tentang konstitusi dan Deklarasi Kemerdekaan, mereka menAndatangani surat utang dimana setiap orang Amerika adalah ahli waris. Surat utang itu menjanjikan bahwa setiap orang, ya, kulit hitam, dan juga kulit putih, terjamin hak hidupnya yang tidak terpisah-pisah yang dapat diambil orang lain, termasuk kebebasan, dan pencarian kebebasan hidupnya.
Mudah dimengerti hari ini Amerika sudah melalaikan janjinya. Amerika telah memberikan orang Negro cek yang buruk; sebuah cek yang dikembalikan dengan tulisan "tidak cukup dana".
Kami menolah mempercayai bahwa dana tidak cukup dalam ruang kesempatan bangsa ini.
Kami ingin tunaikan cek ini, cek yang akan memberikan tuntutan kekayaan, kebebasan, dan keadilan yang aman.
Kita datang ke tempat keramat ini untuk mengingatkan amerika tentang ketakutan yang mendesak. Tidak ada waktu untuk berada dalam kemewahan atau menelan sedikit demi sedikit obat yang meredakan. Sekarang waktunya untuk membuktikan janji demokrasi.
Sekarang saatnya untuk bangkit dari kegelapan dan menyingkirkan lembah pemisahan ke dalam cahaya keadilan anatar ras.
Sekarang tiba saatnya mengangkat bangsa ini dari pasir ketidakadilan rasial ke batu persaudaraan yang kuat.
Sekarang saatnya menjadikan keadilan sebuah kenyataan untuk semua orang. Adalah fatal bila bangsa ini melupakan keadaan yang mendesak. Terik di musim panas dari ketidakpuasan yang masuk akal orang Negro tidak akan berhenti sampai musim semi kebebasan dan persamaan yang menyegarkan datang.
Sembilanbelas enam tiga bukan sebuah akhir, tetapi permulaan. Dan mereka yang mengharapkan Negro meledakannya, dan menjadi sesuka hati, kita akan bangunkan secara kasar jika bangsa ini kembali kepada 'business as ussual'.
Tidak akan ada istirahat dan ketenangan di Amerika sampai Negro diberi hak-hak kewarganegaraannya. Angin puyuh pemberontakan akan terus berlanjut menggoncang fondasi bangsa sampai datang keadilan itu.
Tetapi ada sesuatu yang ingin saya katakan kepada kaum saya yang berdiri di ambang pintu yang hangat yang membawa keistana keadilan. Dalam proses pengambilan hak-hak itu kita tidak boleh melakukan kesalahan dengan melanggar hukum.
Jangan puaskan kehausan kebebasan dengan meminum dari cangkir kepahitan dan kebencian. Kita harus selalu berjuang dengan martabat dan disiplin.
Jangan biarkan proses kreatif ini diturunkan derajatnya dengan kekerasan fisik.
Sekali lagi dan sekali lagi kita harus bangkit ke tingkat yang paling mulia dengan mempertemukan kekuatan fisik dengan kekuatan jiwa.
Jangan sampai semangat militan ini membawa kita ke dalam ketidakpercayaan kepada semua masyarakat kulit putih. Untuk banyak Anda kulit putih kita, sebagai bukti dengan kehadiran Anda hari ini, telah menyadarkan bahwa kebebasan mereka sejalan dengan kebebasan kita. Serangan kita telah bergemuruh, dan harus terus dikawal oleh tentara kedua warna kulit. Kita tidak bisa berjalan sendiri.
Dan seiring kita berbicara, kita berikrar bahwa kita harus bergerak ke depan. Kita tidak berbalik ke belakang. Ada yang mempertanyakan perjuangan tentang hak-hak sipil. "Kapan Anda merasa puas?"
Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang Negro masih menjadi korban kekerasan-kekerasan polisi yang brutal.
Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang badan kita, yang letih setelah pejalanan jauh, tidak diperkenankan beristirahat dipenginapan.
Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang mobilitas Negro dibatasi dari satu getho ke getho yang lain.
Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang anak-anak kita dirampas harga dirinya oleh rambu-rambu yang menyatakan "Hanya Untuk Kaum Kulit Putih".
Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang oran Negro di Mississipi tidak boleh ikut memilih dan orang Negro di New York percaya, dia tidak memiliki apa-apa untuk memilih.
Tidak, kita tidak puas, dan kita tidak akan puas sampai keadilan mengalir seperti air dan mengalir seperti aliran sungai.
Saya sadar sebagian dari Anda datang kesini setelah ke luar dari pengadilan dan kesengsaraan yang berlebihan.
Sebagian Anda datang kesini langsung dari penjara yang sempit.
Sebagian lagi meminta kebebasan dari pukulan-pukulan, penyiksaan, dan kebrutalan polisi.
Anda telah menjadi veteran dari penderitaan yang kreatif. Kembali bekerja dengan kepercayaan yang tidak menyisakan kepedihan adalah penyelamatan.
Kembali ke Mississipi, kembali ke Alabama, kembali ke Carolina Selatan, kembali ke Georgia, kembali ke Lousiana, kembali ke dusun dan perkampungan kecil di Kota sebelah utara, mengatahuai bahwa bagaimanapun situasi dapat, dan akan berubah. Jangan biarkan kita meratapi terus di bukit kepustusasaan.
Saya katakan kepada Anda, sahabat saya, meskipun kita harus berhadapan dengan kesulitan hari ini dan besok, saya masih bermimpi. Sebuah mimpi yang mengakar di mimpi orang Amerika, mimpi dimana suatu hari bangsa ini akan bangkit dan hidup dalam pengertian yang sebenar-benarnya tentang kepercayaan. Siapa yang memegang teguh jebenaran ini akan menjadi bukti, bahwa semua orang diciptakan sama.
Saya bermimpi kalau suatu hari di bukit merah Georgia, anak dari bekas budak dan anak dari pemilik budak akan dapat duduk bersama di meja perAndaan.
Saya bermimpi kalau suatu hari, meskipun negara bagian Mississipi, negara bagian yang sangat panas dengan ketidakadilan, panas dengan penindasan akan berubah menjadi mata air kebebasan dan keadilan.
Saya bermimpi keempat anak kecil saya suatu hari akan hidup di sebuah bangsa si mana mereka tidak akan dinilai karena warna kulitnya, tetapi karena karakter mereka.
Saya bermimpi itu hari ini!
Saya bermimpi suatu hari di Alabama, dengan persoalan rasis yang sangat ganas, dengan gubernurnya yang melontarkan kata-kata yang menyudutkan dan kontradiktif dari bibirnya, suatu hari di Alabama, anak kecil kulit hitam laki-laki dan perempuan akan dapat berpegangan tangan engan anak kecil kulit putih laki-laki dan perempuan seperti kakak beradik.
Saya bermimpi itu hari ini!
Saya bermimpi, kelak setiap dusun akan mulia, setiap bukit dan pegunungan akan dibuat rendah, tempat yang kasar akan dibuat datar, dan tempat yang berliku-liku akan dibuat lurus dan kemuliaan Tuhan akan terungkap dan semua orang akan melihat itu bersama-sama.
Itu harapan kita.
Ini kepercayaan yang akan saya bawa ke Selatan.
Dengan kepercayaan ini, kita akan dapat menembang gunungan kepatahan hati sebuah batu harapan.
Dengan harapan ini kita akan dapat merubah kesalahpahaman di bangsa kita menjadi simphoni perAndaan yang indah.
Dengan kepercayaan ini, kita akan dapat bekerja bersama, berdoa bersama, berjuang bersama, dipenjara bersama, berdiri untuk kebebasan bersama, mengatahui kalau kita akan bebas suatu hari.
Hari ini akan menjadi hari dimana anak-anak Tuhan akan dapat bernyanyi dengan makna baru - " Negaraku adalah milik-Mu, tanah indah kebebasan, untuk-Mu aku bernyanyi, tanah di mana ayahku meninggal, tanah kebanggaan peziarah, dari semua tepi gunung, biarkan kebebasan bergema" - dan jika Amerikan menjadi sebuah bangsa yang besar, ini harus menjadi kenyataan.
Jadi biarkan kebebasan bergema di atas bukit New Hampshire yang luar biasa.
Biarkan kebebasan bergema dari atas puncak bukit Alleghenies Pennsylvania.
Biarkan kebebasan bergema dari gunung yang diselimuti salju Colorado.
Biarkan kebebasan bergema dari lekukan lereng California.
Biarkan kebebasan bergema dari Gunung Batu Georgia.
Biarkan kebebasan bergema dari pemAndangan gunung Tennesse.
Biarkan kebebasan bergema dari setiap bukit dan onggokan tanah Mississipi.
Dari setiap tepi gunung, biarkan kebebasan bergema.
Dan ketika kita membiarkan kebebasan bergema, ketika kita biarkan itu bergema dari setiap desa dan dusun, dari setiap negara bagian dan kota, kita akan dapat mempercepat dari mana hari itu ketika semua anak-anak Tuhan, pria kulit hitam dan putih, Yahudi atau bukan, Katolik dan Protestan, akan dapat berjabat tangan dan bernyanyi dalam bahasa spiritual Negro Lama, " Akhirnya bebas, akhirnya bebas, terima kasih Tuhan yang Agung, kita akhirnya bebas."


Setiap orang butuh mimpi, tidak hanya dalam tidurnya, tetapi juga di kehidupannya yang nyata karena dengan mimpi itu kehidupannya akan bermakna, tidak hampa. Orang yang memiliki mimpi berarti memiliki tujuan, orang yang memiliki tujuan akan memiliki rencana untuk mencapai tujuannya, dan orang yang berencana akan melihat dengan jelas jalan yang harus dilaluinya, ia memiliki peta kehidupan untuk mencapai mimpinya.

Saya jadi ingat pembicaraan dengan seorang bapak kepala sekolah SMA di Bangka Belitung, namanya pak "Usman", di sebuah bis malam dalam perjalanan ke kota kembang, Bandung. Setelah ngobrol panjang lebar ia berkata " Dalam hidup ini kita harus punya tujuan ! karena dengan adanya tujuan inilah hidup menjadi bermakna" "Kita harus memiliki tujuan setahun kedepan, sebulan kedepan, seminggu kedepan" "Karena kalau hidup tanpa tujuan, kita jadi bingung, dan sia-sialah waktu hidup kita".

Dalam hidup ini ....
Setiap orang pernah bermimpi.
Setiap orang harus memiliki mimpi.
Setiap orang harus bergerak untuk memperoleh mimpinya.
Setiap orang harus pantang menyerah sampai memperoleh mimpinya, atau ia mati dalam perjalannan mencapinya.

Patutlah kiranya kita merenungi jargon Republik BBM
"Jangan Hanya Baru Bisa Mimpi !"

Mari kita bergerak merealisasikan mimpi itu.



aku bermimpi tentang harta...
aku bermimpi tentang wanita...
aku bermimpi tentang tahta...
dan aku bermimpi tentang surga...

No Kangaroos In Austria

Sekilas membaca judul diatas, serta merta kita dibuat bertanya-tanya bahkan langsung mendebat, "Masak ngga ada Bukankah Australia sarangnya kanguru ! ", yup anda benar di AustrALia memang bertebaran kangguru, "Lho tadi katanya .... ?", tapi di Austria (Eropa) tidak ada kangguru sama sekali. Begitulah adanya tulisan yang tertera di salah satu kaus oblong cendramata dari Austria plus gambar kanggurunya.

Anda terkecoh? sayapun sempat terkecoh, dan banyak orang lainnya pun terkecoh. Mengapa bisa terjadi? karena Kangguru (Kangaroo) identik dan telah lekat dengan nama negara yang juga menjadi nama benua di selatan Indonesia, Australia. Dan seorang disainer kaus yang kreatif telah memanfaatkan pelesetan antara kangguru yang menjadi ciri khas Australia dengan Austraria kedalam desain kausnya. Setelah membaca ini saya yakin anda akan akan mengingat didalam kepala anda bahwa ada suatu negara di eropa sana yang bernama Austria, dan disana tidak ada kangguru ! Lebih jauh lagi, kemungkinan besar ketika anda mendengar kata kangguru, anda tidak hanya akan mengingat Australia sebagai habitat si kangguru, tetapi anda pun akan dengan segera mengingat Austria yang tidak memiliki kangguru. Mengagumkan bukan, "No Kangaroos In Austria !"

Penciptaan ide seperti sang desainer kaus bisa kita kategorikan sebagai penciptaan ide kreatif. Campbell (1986: 11) mendefinisikan bahwa kreativitas merupakan kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang bersifat baru, belum pernah ada sebelumnya (inovatif), dan berguna (useful)—dalam arti lebih praktis, lebih mempermudah, atau mendatangkan hasil lebih baik—serta dapat dimengerti (understandable). Hampir senada, Cronbach (1984 dalam Akande, 1997: 90) memberi definisi bahwa kreativitas atau berfikir divergen adalah melihat sesuatu dengan cara yang baru. Dalam kasus sang desainer kaus,ia melihat kemiripan antara Australia dan Austria, akan tetapi disisi lain dia melihat perbedaan yang sangat mencolok antara kedua negara tersebut, yaitu masalah kangguru ! Berkaitan dengan hal ini seorang yang kreatif bisa menemukan hal hal yang luar biasa ketika orang-orang menganggapnya bisa-bisa saja. Ketika orang yang tidak kreatif mengatahui fakta ini, dia hanya mengatakan "Ya Australia punya kangguru, sedangkan Austria tidak! what's the big problem?" Maka orang kreatif hanya menjawab "Saya akan bisnis kaos !" :)

Orang yang kreatif membuat sistem baru sedangkan orang yang inovatif mengimprovisasi sesuatu didalam sistem yang sama. Rhenald Kasali, Phd dalam bukunya, Re-Code Your Change DNA, mengatakan bahwa orang kreatif adalah orang yang berani mengambil jalan yang berbeda dengan pendahulunya, mereka inilah yang dapat membuat perubahan dalam suatu sistem atau organisasi. Mereka menciptakan suatu produk/ hasil baru yang benar-benar original, bukan tiruan atau improvment dari yang sudah ada sebelumnya. Jadi ketika anda membeli jam tangan merk Swiss, kemudian anda bongkar dan anda membuat jam tangan yang menyerupai dengan jam tangan tersebut akan tetapi dengan tambah beberapa fitur baru (misal: jarum jamnya bisa kelap-kelip :p) , tidak serta merta anda disebut sebagai orang yang kreatif, karena anda tidak menciptakan produk baru, anda hanya bisa disebut seorang yang inovatif ( yang melakukan improvment terhadap produk yang sudah ada).

Ok, contoh diatas adalah proses kreatifitas di Austria. Di negara kita tercinta, Indonesia kita juga dapat melihat proses kreatifitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan rokok A mild dalam billdoardnya ketika bulan Romadhon kemarin, yang diposting oleh seorang teman dalam mailinglist elektro ITB 2002.

Billboard yang terletak di pertigaan hotel Mulia, Jakarta, tersebut terdiri dari 2 layer, layer depan bergambar piring-piring dan gelas kosong, sedangkan layer belakangnya bergambar makanan dan minuman yang mengisi piring dan gelas kosong tersebut. Nah, gambar makanan dan minuman ini, karena letaknya di belakang layar pertama tidak akan kelihatan disiang hari, dan hanya akan terlihat ketika malam hari pada saat billboard tersebut disorot lampu neon dibelakangnya.


Ketika siang hari billboard yang bertuliskan "Siang Dipendam Malam Balas Dendam" itu hanya menampilkan gambar piring-piring dan gelas kosong.


Ketika malam hari tiba piring dan gelas yang sebelumnya kosong tersebut menjadi berisi makanan dan minuman.


Fantastis bukan? Untuk level indonesia, ini merupakan hal yang benar-benar baru, terlepas apakah advertisement consultant nya dari Indonesia ataukah impor dari negeri lain. Entah apakah metode iklan seperti ini pernah diakukan dinegara lain atau tidak. Tapi yang pasti iklan di luar negeri telah lebih dulu kreatif dibandingkan di negri ini, contohnya seperti yang ada di sini :).

Di Indonesia sendiri istilah kreatif sering diplesetkan menjadi Kere Tapi Aktif. Secara teori hal ini sah-sah saja, karena biasanya proses kreatif ini dipicu oleh keadaan yang serba pas-pasan dan terdesak, maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Di Jepang, lemari es yang sudah tidak terpakai karena sudah habis life timenya (padahal masih bagus) atau karena sudah ada model baru langsung di buang ketempat pembuangan barang bekas, sedangkan di negeri ini meskipun sudah ngos-ngosan masih terus dipakai, bahkan ketika sudah rusak pun masih juga dipergunakan sebagai lemari pakaian!!! Inilah Indonesia. Karenanya secara logika seharusnya ide-ide kreatif itu muncul dari anak-anak bangsa.


"No Kangaroos In Austria"
Jangan lupa beli kaosnya kalo ke Austria :)

Copyright © 2008 - My Lo(v/n)ely Journey - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template