
SEE WHAT HAPPENED NEXT .........

(taken from: gurlzgroup mailinglist)
just another story of human life and another ordinary journey
Hampir setiap orang yang sering menjelajah dunia maya pasti mengenal si pembawa pesan yang bernama Yahoo Messengger, atau yang lebih dikenal dengan sebuta gaulnya, YM - your mother, your messengger. Senyumnya yang memukau membuat sebagian orang tak mau beranjak darinya. Dengan sebuah ID email yahoo kita bisa terhubung ke seluruh pengguna YM di seluruh dunia, dari mulai para netter yang ada di desa Bobodolan sampai yang ada dinegeri artis Hollywood, komunikasi yang sangat murah meriah, cocok buat para manusia berkantong cekak, apalagi kalo memakai jaringan internet yang difasilitasi oleh kantor, kalo kecanduan bisa-bisa makan gaji buta, nah lho, dosa lho !.REGEDIT4
[HKEY_CURRENT_USER\Software\yahoo\pager\Test]
"Plural"=dword:00000001
for (i=1;i<=jumlah_ID_yang_kita_punya;i++) {
buka_Ym;
masukan_ID;
masukan_PASSWORD;
}

REGEDIT4
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Yahoo\Pager\Test]
“plural”=dword:00000020
Sore itu seorang doktor dari Karlsruhe University, Jerman, seorang Master dari Hokaido University, Jepang, seorang Master dari Delft University, Nedherland seorang Master dari Indonesia University, Indonesia, dan seorang Enginer dari MIT(Mbandung Institute of Technology), Indonesia membicarakan satu topik yang sama mengenai budaya senyum dan daya tahan orang indonesia terhadap stress. Doktor yang lulusan jerman bercerita bahwa, para profesor di universiasnya keheranan melihat tingkah polah mahasiswa indonesia yang selalu tersenyum di setiap keadaan, bahkan ketika sedang diomeli sekalipun, hingga terbentik dalam pikiran si profesor "ini orang ngerti ngga sih yang saya omongin, kok diomelin malah senyam-senyum." Setali tiga uang dengan keadaan mahasiswa di jepang, master lulusan jepang bercerita bahwa di jepang sana orang-orangnya cenderung serius dan tidak mudah tersenyum, berkebalikan dengan orang orang indonesia yang berada di sana yang sehari-harinya dipenuhi dengan canda tawa. Bahkan konon kabarnya banyak orang-orang jepang yang tertarik dan lebih menyukai orang indonesia diandingkan orang jepang itu sendiri karena melihat orang indonesia yang jenaka dan penuh senyum. Begitupun yang terjadi di belanda sana, negeri yang sehari-hari langit mendungnya lebih sering muncul ketimbang sinar mataharinya ini melahirkan orang-orang yang cenderung murung dan serius, akan tetapi hal ini tidak mempengaruhi sifat kocak dan keceriaan orang-orang indonesia disana.
Mungkin beberapa diantara kita pernah merasakan atau mengalami sensasi serasa ditekan atau dihimpit oleh sesuatu dalam kondisi setengah sadar setengah tidur. Seolah-olah ada sesuatu yang ditaruh diatas tubuh kita dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Orang tua kita menyebut sensasi ini adalah gejala gangguan jin ringan atau orang sunda bilang "Ereup - ereup". Saya sendiri sering mengalami sensasi seperti ini. Pernah suatu ketika sewaktu tidur siang saya tiba-tiba terbangun setengah sadar, dan merasa tubuh ini dihimpit oleh sesuatu yang sangat berat, sampai-sampai seolah-olah bibir ini menjadi "bengo", tapi saya yakin saya sadar soalnya saya mendengar di luar rumah paman saya sedang membuat kandang ayam, maksud hati ingin mengucapkan doa-doa tertentu atau ayat-ayat tertentu untuk menghilangkan gangguan tersebut, tapi apa daya mulut ini serasa dikunci, tak bisa digerakan, tak ada satu katapun yang bisa terucap, sampai akhirnya taklama kemudian normal kembali. Hal ini sering saya alami baik itu malam hari maupun siang hari. Mungkin beberapa diantara kia merasa cukup dengan penjelasan orang tua dulu bahwa ini adalah gejala gangguan jin ringan. Tapi kalau begitu sama saja kita dengan penduduk pantai selatan yang mempercayai bahwa gelombang pasang di pantai selatan adalah pertanda Nyai Roro Kidul sedang marah. Atau kepercayaan penduduk lereng gunung Slamet bahwa meletusnya gunung slamet dikarenakan mbah Slamet, sang penunggu gunung, sedang batuk-batuk. Bukannya maksud hati menafikan hal-hal yang ghaib disekitar kita, saya percaya bahwa jin itu ada, saya percaya bahwa yang ghaib itu ada,karena dalam Islam percaya kepada yang ghaib adala salah satu syarat mutlak dari iman. Akan tetapi tidak semua hal cukup dijelaskan secara "ghaib", kecuali bagi orang-orang yang malas mencari penjelasan. Inilah yang memunculkan kredo mengenai perbedaan orang-orang Indonesia dengan orang orang Jepang. Ketika terjadinya tsunami atau gelombang pasang, orang indonesia hanya mengatakan, "Nyai RoroKidul sedang marah", beres segala urusan, tak ada lagi yang perlu dipertanyakan, jawabannya final, tidak mendatangkan ilmu sama sekali. Tetapi jika kejadian yang sama menimpa orang Jepang, mereka berfikir logis, meneliti kenapa sampai terjadi tsunami, apa penyebabnya, maka muncullah pertanyaan-pertanyaan yang menghasilkan ilmu pengetahuan dan inilah pemicu kemajuan mereka.
Hari minggu itu, daerah Kuningan, Jakarta Selatan lumpuh total. Listrik padam akibat terjadinya ledakan gardu listrik di jalan Pedurenan Masjid, Karet- Setiabudi. Seperti kebanyakan warga Jakarta pada umumnya jika terjadi pemadaman listrik, saya kehilangan orientasi, mau mengurung diri di kosan, gelap dan panas, akhirnya pergi ke kantor dengan harapan ada secercah cahaya, dan ternyata harapan tinggal-harapan, kantorku juga terkena imbas pemadaman listrik, akhirnya setelah membuang waktu dengan percakapan "ngalor-ngidul" dengan teman sekantor sampai sekitar jam 4.30 sore, kuputuskan untuk keluar dan mencari udara segar, akan tetapi bukan udara segar yang di dapat melainkan terik mentari dan polusi yang menerpa. Sekedar untuk mendinginkan badan saya pergi ke Carefour ITC Kuningan, sebelah Mall Ambasador. Setengah enam baru keluar dengan hanya membeli sabun, odol dan makanan ringan. Bingung mau kemana lagi, mau pulang kekosan pasti gelap gulita, mau ke PRJ nggak tahu jalan, mau ke Blok M udah kemaleman, akhirnya SMS teman yang ada di Jl KH.Ilyas daerah Genteng Ijo, sekedar bertanya apakah kosannya kena pemadaman listrik juga atau tidak, seandainya jawabannya "tidak" saya akan serta merta meluncur kekosannya, ternyata jawabannya "Ya!", Puuhhh..... Akan tetapi menimbang dan mengingat kosannya cukup elite dan so pasti lebih adem dibandingkan kosanku, serta merta saya pergi juga kekosannya sekedar untuk membuang waktu sampai malam tiba.
Begitulah kira-kira sebuah teka-teki lama yang beredar di internet. Sebuah kredo yang cukup klasik untuk menggambarkan rasa malu seorang anak karena ibu bapaknya. Secara tidak sadar, jika kita melihat jauh kebelakang, kitapun melakukan sesuatu "hal" yang mirip dengan si anak babi tersebut. Ketika umur kita masih bisa dihitung oleh jari tangan, mungkin kita merasa bangga terhadap kedua orang tua kita, kita bangga mempunyai bapak yang gagah, yang pekerja kantoran, yang berkumis tebal, dan lain sebagainya, kita bangga memiliki seorang ibu yang cantik, yang pintar masak, yang sering membelikan baju, dan lain-lain.mengenang masa-masa sekolah dulu .... ^_^
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Maria, go to the map and find North America.
MARIA : Here it is!
TEACHER : Correct. Now class, who discovered America?
CLASS : Maria!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Why are you late, Frank?
FRANK : Because of the sign.
TEACHER : What sign?
FRANK : The one that says, "School Ahead, Go Slow."
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER: John, why are you doing your math multiplication on the floor?
JOHN : You told me to do it without using tables!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Glenn, how do you spell "crocodile?"
GLENN : K-R-O-K-O-D- A-I-L"
TEACHER : No, that's wrong
GLENN : Maybe it s wrong, but you asked me how I spell it!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Donald, what is the chemical formula for water?
DONALD : H I J K L M N O!!
TEACHER : What are you talking about?
DONALD : Yesterday you said it's H to O!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Winnie, name one important thing we have today that we
didn't have ten years ago.
WINNIE : Me!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Goss, why do you always get so dirty?
GOSS : Well, I'm a lot closer to the ground than you are.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Millie, give me a sentence starting with "I."
MILLIE : I is...
TEACHER : No, Millie..... Always say, "I am."
MILLIE : All right... "I am the ninth letter of the alphabet."
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Can anybody give an example of COINCIDENCE?
TINO: Sir, my Mother and Father got married on the same day, same time."
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER: George Washington not only chopped down his father's cherry
tree, but also admitted doing it. Now, Louie, do you know why his father
didn't punish him?"
LOUIS : Because George still had the ax in his hand.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Now, Simon, tell me frankly, do you say prayers before eating?
SIMON : No sir, I don't have to, my Mom is a good cook.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER : Clyde, your composition on "My Dog" is exactly the same as
your brother's. Did you copy his?
CLYDE : No, teacher, it's the same dog!;
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEACHER: Harold, what do you call a person who keeps on talking when
people are no longer interested?
HAROLD : A teacher.
" So come with me, where dreams are born, and time is never planned. Just think of happy things, and your heart will fly on wings, forever, in Never Never Land!" [-Peter Pan-]
Copyright © 2008 - My Lo(v/n)ely Journey - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template